Bahkan, ada juga jalanan yang belum disentuh sama sekali. Akibatnya, jalanan tidak bisa dilalui dengan normal. Apalagi saat diguyur atau setelah hujan. Jalanan menjadi penuh tanah dan lumpur. Seperti salah satu jalan di Desa Sumberwuluh, Candipuro. “Kapan ditanduri pari, Lur?” tulis Pine Sasuke disertai foto jalan rusak.
Unggahan tersebut ramai dikomentari. Entah mengapa, akun di media sosial Facebook selalu intens mengikuti perkembangan jalan. Meski sudah biasa, ketertarikan tentang jalan tak pernah reda. Komentar mereka sangat beragam. Mulai dari guyonan sampai tenanan. “Ditanduri semongko ae, Bos,” komentar Ariyanto Alvino.
Sementara itu, akun Agung Agung justru berkomentar berbeda. Menurutnya, jalanan tersebut lebih layak dijadikan venue balap. “Cocok wes gawe dalan e balap motor cross,” komentarnya. “Pakai balapan saja, Lur,” tulis Erlangga sepakat diakhiri dengan emoticon sepeda motor balap.
Sebagian akun juga mengklaim kerusakan tersebut akibat jalur tambang yang belum optimal dalam pelaksanaannya. Tidak hanya itu, tonase truk pasir masih banyak melebihi batas. Sehingga menyebabkan jalan tidak kuat menahan beban dan mudah rusak. “Nomer siji gak eneng maneh seng garai ajur embonge. Truk pasiran wes,” tulis Romly Marques.
Jack Sparoow, akun lain, justru berkomentar berbeda dari yang lain. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan keaslian Indonesia. “Iku paling seng jeneng e tanah air, Lur,” komentarnya ditutup dengan emoticon tertawa.
Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri