Radar Jember - Setiap pagi, saat embun masih tipis membasahi halaman rumah, koran Jawa Pos Radar Jember sudah menanti rapi di teras kediaman Anang Hudijono.
Di masa pensiunnya, pria 63 tahun ini kembali menikmati ritual lama yang sempat terbatasi oleh hiruk-pikuk dunia kerja, yakni membaca koran dari halaman pertama hingga terakhir.
Lembar demi lembar koran Jawa Pos Radar Jember menjadi "teman" setia yang mengisi waktu senggangnya. Menghadirkan dunia luar ke dalam ruang santai rumahnya di kawasan Perumahan Villa Tegal Besar, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.
Kebiasaan ini sejatinya bukanlah hal baru bagi Anang. Sejak masa mudanya, ia sudah akrab dengan aroma kertas koran. Dulu, ia kerap membeli Jawa Pos Radar Jember secara eceran di penjual koran yang mangkal di simpang jalan.
Baca Juga: Korupsi Sosraperda Dewan Terbukti, Kejari Jember Bidik Tersangka Baru
Baginya, berita lokal memiliki daya tarik tersendiri yang tidak bisa digantikan oleh media lain. Kini, tradisi itu kembali hidup dan lebih tertata setelah sang anak berinisiatif berlangganan koran untuknya.
"Dulu memang sering beli dan baca koran Radar Jember yang dijual di pinggir jalan. Isinya selalu menarik untuk diikuti dan terasa dekat dengan keseharian kita," kenang Anang dengan senyum hangat.
Saat masih aktif bekerja di Parahita Jember, Anang mengaku, tak pernah melewatkan kesempatan membaca koran di sela-sela kepadatan aktivitas kantor.
Rubrik peristiwa dan kriminal menjadi santapan favorit yang paling sering ia lahap karena dianggap mampu memberikan potret jujur mengenai dinamika kondisi sosial di Jember.
Belakangan ini, perhatiannya tertuju tajam pada isu krusial yang tengah berkembang: dugaan penyimpangan distribusi BBM jenis solar bersubsidi.
Sebagai warga yang peduli, Anang merasa pemberitaan Radar Jember yang konsisten mengawal kasus ini sangat membantunya memahami realitas di lapangan.
Ia menyoroti pentingnya pengawasan distribusi solar subsidi agar benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak, terutama para petani dan nelayan lokal di Jember.
"Saya terus mengikuti update beritanya. Kasus solar subsidi ini bukan sekadar angka, tapi menyangkut hajat hidup orang banyak. Radar sangat membantu memberikan pencerahan terkait sejauh mana proses hukum dan pengawasan di lapangan berjalan," ungkapnya.
Bagi pria dengan tiga anak ini, Jawa Pos Radar Jember, ada berita lokal dari daerah Jember, Lumajang, dan Bondowoso. Sehingga, bisa tahu kondisi sekitar tempat tinggalnya.
Menurutnya, koran yang lahir pada era reformasi ini kini tampil jauh lebih komplet dengan tata letak yang jauh lebih nyaman di mata.
Termasuk mengapresiasi perubahan signifikan pada penyajian berita yang menurutnya terus berkembang mengikuti selera pembaca masa kini. Baginya, kenyamanan visual dan kedalaman narasi adalah kombinasi yang membuat pembaca betah berlama-lama membedah isi koran.
"Kalau sekarang isi beritanya sudah sangat lengkap dan bagus. Tampilannya jauh lebih menarik dan segar. Harapannya tentu tidak hanya dipertahankan, tapi kualitas jurnalistik dan kedalaman laporan investigasi termasuk masalah-masalah sosial seperti solar tadi bisa terus ditingkatkan ke depannya. Karena bagi kami para pembaca setia, koran tetap menjadi referensi utama yang bisa dipercaya," tutupnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh