Radar Jember – Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran diimbau untuk selalu berhati-hati selama berkendara.
Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar perjalanan menuju kampung halaman berlangsung aman.
Di Kabupaten Jember terdapat sejumlah ruas jalan blackspot, salah satunya berada di jalur utama penghubung Jember–Surabaya.
Tepatnya mulai dari depan Pasar Petung, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, hingga wilayah Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul.
Baca Juga: Update Terbaru Ledakan di Masjid Jember Ini: Begini Penyebab Ledakan Saat Salat Tarawih 7 Rakaat
Kondisi jalan yang lurus dan relatif lebar sering membuat pengendara merasa nyaman sehingga kurang waspada saat melaju di jalur tersebut.
Akibatnya, tidak jarang kendaraan, baik sepeda motor, mobil, truk, maupun kendaraan besar lainnya terlibat kecelakaan di kawasan itu.
Bahkan beberapa kecelakaan yang terjadi kerap menimbulkan korban jiwa.
Kanitlaka Satlantas Polres Jember, Ipda Tommy Nur Alamsyah, mengimbau seluruh pengendara agar tetap waspada ketika melintasi jalur tersebut.
Menurutnya, meskipun sebagian ruas jalan terlihat lurus, terdapat beberapa titik yang naik turun sehingga membatasi jarak pandang pengendara.
Sementara di wilayah Desa Petung hingga Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, kondisi jalannya lurus tanpa tanjakan.
Sehingga pengendara sering kali memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan mendahului kendaraan di depannya tanpa memperhatikan kondisi dari arah berlawanan.
“Pengendara sering mendahului kendaraan di depannya tanpa memastikan kondisi jalan aman. Hal ini sangat berisiko menyebabkan kecelakaan,” ujarnya.
Selain jalur tersebut, kawasan lain yang juga sering terjadi kecelakaan berada di Jalan Raya Jember–Banyuwangi, tepatnya di wilayah Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang.
Di jalur tersebut kondisi jalan cenderung naik turun dan banyak tikungan. Meski jalannya cukup lebar, pengendara sering saling mendahului kendaraan sehingga berpotensi memicu kecelakaan.
Baca Juga: Kualitas Gabah Terancam Cuaca Ekstrem, Bulog Jember Ingatkan Petani Panen di Atas Pukul 09.00
“Di jalur ini juga sering terjadi kecelakaan yang bahkan sampai menimbulkan korban jiwa,” kata Tommy.
Menurutnya, sebagian besar kecelakaan yang menimbulkan korban meninggal dunia dialami pengendara sepeda motor.
Penyebabnya umumnya karena pengendara mendahului kendaraan lain tanpa memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan.
“Sebelum berhasil mendahului kendaraan di depannya, pengendara sudah berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan sehingga terjadi kecelakaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian korban kecelakaan di jalur rawan seperti Bangsalsari dan Mayang juga banyak berasal dari kalangan usia pelajar.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran agar selalu berhati-hati selama berkendara.
“Utamakan keselamatan selama perjalanan, karena keluarga tercinta menunggu di rumah,” pungkasnya. (jum/dwi)
Titik Rawan Kecelakaan di Jember
1. Bangsalsari – Tanggul
Depan Pasar Petung – Tanggul Wetan
Alasan rawan kecelakaan:
- Jalan lurus dan panjang
- Pengendara sering melaju dengan kecepatan tinggi
- Banyak kendaraan saling mendahului
- Kurang antisipasi kendaraan dari arah berlawanan
2. Jalur Mayang – Sumberkejayan
Jalan Raya Jember – Banyuwangi
Alasan rawan kecelakaan:
- Jalan naik turun
- Banyak tikungan
- Pengendara sering mendahului di tanjakan
- Pandangan terbatas saat berpapasan kendaraan
Penyebab Kecelakaan Paling Sering
- Mendahului tanpa memastikan kondisi aman
- Melanggar marka jalan
- Kecepatan tinggi di jalan lurus
- Kurang antisipasi di tikungan dan tanjakan
Pesan Satlantas Polres Jember
- Jangan mendahului di marka garis utuh
- Hindari menyalip di tanjakan dan tikungan
- Jangan menyalip lebih dari satu kendaraan
- Utamakan keselamatan selama perjalanan
“Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
Editor : Imron Hidayatullahh