Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Terhubung Garis Lintang: Bungker Jepang di Pulorejo Jember Diduga Satu Jalur Pertahanan

M. Ainul Budi • Jumat, 25 Juli 2025 | 22:30 WIB
Kondisi bungker peninggalan masa penjajahan Jepang di Jember
Kondisi bungker peninggalan masa penjajahan Jepang di Jember

radar jember  – Sebuah kunjungan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif kelompok 008 ke Dusun Pulorejo, Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Jember, mengungkap fakta menarik tentang keberadaan tiga bungker peninggalan masa penjajahan Jepang yang hingga kini masih berdiri, meski dalam kondisi terbengkalai.

Bungker yang tersebar di beberapa titik wilayah dusun itu merupakan saksi bisu masa perang, dan telah diketahui keberadaannya oleh warga sejak lama.

Photo
Photo

Namun, belum ada upaya pelestarian atau pemanfaatan lebih lanjut dari pihak terkait.

Menariknya, menurut Kepala Dusun Pulorejo Bapak Alipno, tiga dari empat bungker tersebut jika ditarik dalam garis lurus secara lintang, ternyata sejajar dengan bungker serupa yang berada di Bukit Teluk Love, Ambulu.

"Kalau ditarik garis dari titik koordinat, posisi ketiga bungker di dusun ini sejajar dengan yang ada di Teluk Love. Ini bukan kebetulan. Bisa jadi dulu bagian dari strategi pertahanan militer Jepang," ujar Kepala Dusun Pulorejo Bapak Alipno 11.37 WIB (Selasa, 22/7)

Bangunan bungker tersebut dibangun dengan beton tebal dan berbentuk ruang sempit, diduga berfungsi sebagai tempat perlindungan atau persembunyian pasukan Jepang dari serangan udara.

Mahasiswa melakukan eksplorasi peninggalan sejarah berupa bungker di Dusun Pulorejo, Gumukmas, Jember. Bertujuan untuk mempelajari dan melestarikan sejarah lokal serta meningkatkan kesadaran
Mahasiswa melakukan eksplorasi peninggalan sejarah berupa bungker di Dusun Pulorejo, Gumukmas, Jember. Bertujuan untuk mempelajari dan melestarikan sejarah lokal serta meningkatkan kesadaran

Meskipun telah berusia puluhan tahun, struktur bangunan tampak masih sangat kokoh, meski tertutup semak dan tidak terawat.

Sebagian bungker berada di area kebun warga dan tepi hutan kecil, menjadikannya sulit dijangkau.

Masyarakat sekitar sudah lama mengetahui bangunan ini, namun keberadaannya seperti terlupakan, nyaris tak terdokumentasi secara resmi.

Mahasiswa KKN yang melakukan pendataan awal berharap agar potensi sejarah tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah desa maupun dinas terkait.

Selain sebagai jejak sejarah penting, bungker ini bisa dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi dan budaya lokal.

“Jika dipetakan dan dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin kawasan ini bisa menjadi jalur wisata sejarah yang terhubung dengan wilayah Ambulu,” ujar Muhammad Ilham Zidni ketua kelompok KKN Kolaboratif 008.

Keberadaan bangunan bersejarah ini memerlukan perhatian lebih lanjut melalui penelitian mendalam dan upaya pelestarian.

Sebagai bagian dari warisan masa lalu, bangunan tersebut memiliki nilai budaya yang penting dan layak dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang oleh waktu dan perubahan zaman.

Dengan koneksi garis lintang yang diduga menghubungkan Pulorejo dan Teluk Love, bukan tidak mungkin ada jejak strategi pertahanan militer yang lebih luas dari masa lampau yang selama ini luput dari perhatian.   

 

Penulis: KKN Kolaboratif Jember 008

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #bunker #KKN #sejarah #UNEJ #Jepang #Penjajahan