radar jember - FRAKSI Golkar Amanah DPRD Jember melayangkan sejumlah catatan terhadap arah pembangunan Jember lima tahun ke depan.
Salah satu yang disorot adalah terjadi ketimpangan layanan kesehatan, sehingga perlunya dua RSD yaitu Kalisat dan Balung itu naik kelas seperti RSD dr. Soebandi
Juru bicara fraksi Golkar Amanah Agung Budiman mengatakan, Pemkab masih perlu kesenjangan layanan kesehatan antara di pusat kota dan pinggiran.
Dalam pandangan akhir terhadap Raperda RPJMD 2025-2029 yang dibacakan Jumat (4/7) malam tersebut, pihaknya mendorong pemerataan kualitas layanan.
Salah satu langkahnya, kata dia, perlu dinaikkan kualitas di RSD Balung dan RSD Kalisat. Sebab, dua rumah sakit yang berada di pinggiran tersebut selama ini dinilai belum setara dengan kualitas layanan dan fasilitas RSD dr Soebandi.
"Agar kedua rumah sakit tersebut naik kelas atau setara pelayanan dan fasilitasnya dengan RSD dr Soebandi, sehingga bisa optimal dalam melayani masyarakat pinggiran kota," jelasnya.
Bahkan rumah sakit daerah utama itu pun dikritik karena masalah tata letak dan fasilitas pendukung. "Untuk RSD dr Soebandi, mohon dapatnya dikaji terkait lokasi yang kurang memadai dari segi penataan tempat, bangunan, parkir, dan ruang hijau," terangnya.
Agung Budiman menambahkan, pada sektor ekonomi, pihaknya menilai kebijakan pemberdayaan UMKM masih lemah dalam hal permodalan, pendampingan, dan orientasi ekspor
. Ketahanan pangan pun tidak mendapat perhatian yang cukup dalam dokumen RPJMD.
Selain itu, pengembangan produk-produk lokal yang berpotensi menembus pasar ekspor dipandang bisa menjadi strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
"Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan program pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku UMKM agar mereka bisa lebih kompetitif dan berdaya saing di pasar lokal maupun internasional," ulas Agung. (sil/dwi)
Editor : M. Ainul Budi