JEMBER, RADARJEMBER - Jalan Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, ambrol lagi, kemarin. Hal itu terjadi karena curah hujan yang tinggi hingga membuat Sungai Bedadung beberapa kali banjir.
Kuatnya terjangan arus membuat jalan yang pernah diplengseng dengan balok beton tersebut ambrol lagi.
Jalan penghubung Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, dengan Desa Wonosari, Kecamatan Puger, itu memiliki lebar sekitar 5 meter.
Namun, jalan yang ambrol hanya tersisa sekitar dua meter. Selangkah lagi jalan itu ambrol, bisa jadi jalan tersebut sudah tak bisa dilewati sepeda motor.
Oleh warga, jalan yang ambrol itu sempat ditutup menggunakan batu dan tanah seadanya, sehingga bisa dilewati kendaraan roda empat maupun truk.
Namun, kini jalan dusun itu kembali ambrol dan semakin lebar.
Kepala Desa Lojejer Mohamad Soleh menyampaikan, pemerintahan desa (pemdes) sudah pernah mengirim surat ke Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Provinsi.
Itu dilakukan karena wilayah sungai ada di bawah kewenangan provinsi. “Jadi bukan kabupaten,” katanya.
Pria yang juga Ketua HKTI Jember itu menyatakan, jalan itu memang sempat ambrol beberapa tahun lalu. Penyebabnya sama, akibat tergerus arus Sungai Bedadung.
Bahkan saat itu, tebing sungai sudah dipasang tiang pancang untuk mencegah abrasi. “Namun, karena terus-menerus dihantam banjir, tiang pancang ikut ambrol,” katanya.
Sementara itu, Hari, warga yang tinggal tidak jauh dari jalan yang ambrol, menyebut, jalan itu pernah ditutup dengan batu dan sempat bisa dilewati truk.
“Sekarang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja. Untuk kendaraan roda empat atau truk harus lewat jalan lain. Ambrolnya yang sekarang lebih parah atau lebih lebar. Hanya sepeda motor yang bisa lewat. Harapannya ya ada perbaikan,” ucapnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, lokasi ambrolnya jalan desa itu menjadi tempat pembuangan kotoran sapi.
Selain kotoran sapi, sampah sisa pakan ternak juga dibuang ke bekas jalan yang ambrol. Di sekitar itu ada bambu sebagai rambu penanda bahaya, agar pengendara sepeda motor tidak terjebak di jalan yang ambrol tersebut. (jum/c2/nur)
Editor : Alvioniza