Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Niat Puasa karena Allah agar Tidak Sia-Sia

Safitri • Rabu, 12 April 2023 | 19:01 WIB
“Menurut syariat dianjurkan agar bermanfaat.”  KH MUHYIDDIN ABDUSSHOMAD, Syaikhul Ma’had Ponpes Nuris Jember
“Menurut syariat dianjurkan agar bermanfaat.” KH MUHYIDDIN ABDUSSHOMAD, Syaikhul Ma’had Ponpes Nuris Jember
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Ujung dari puasa adalah terbentuknya ketakwaan pada setiap diri umat muslim. Satu bulan penuh Ramadan sepatutnya menjadi kesempatan baik untuk memaksimalkan ibadah dengan amalan-amalan yang baik. Selain karena bentuk takwa, pada bulan tersebut pahala akan dilipatgandakan oleh Allah.

BACA JUGA : Pengganti Kode QRIS Kotak Amal Masid Minta Maaf

Syaikhul Ma’had Pondok Pesantren (Ponpes) Nuris Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad, memaparkan, ada banyak amalan baik yang bisa dilakukan pada bulan Ramadan. “Salat Tarawih, baca Alquran, sedekah, mendamaikan orang yang berselisih, membantu orang lain dalam kebaikan, memberikan bimbingan, dan iktikaf,” sebutnya.

Membaca Alquran bisa dilakukan sendirian atau bisa tadarus (bergantian bersama orang lain). Saat mengetahui ada pertengkaran yang terjadi pada orang terdekat, sebaiknya bisa menjadi penengah untuk mendamaikannya. Jika itu dilakukan oleh muslim yang berpuasa, kata dia, maka dihitung sebagai amalan baik untuknya.

Begitu juga ketika memberikan bantuan kepada sesama dalam kebaikan. Salah satunya dengan memberikan pengajaran ilmu pengetahuan. Dengan catatan, semua hal tersebut dilakukan atas nama Allah. “Niatnya harus karena Allah,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember saat ditemui di rumahnya, Senin (3/ 4).

Muhyiddin mengungkapkan, jika perbuatan yang dimaksudkan untuk amalan berpuasa luput dari niat karena Allah, maka tidak akan dihitung sebagai ibadah. Nilai ibadahnya menjadi nol. Meskipun amalan-amalan baik tersebut dilakukan saat berpuasa.

Menurutnya, momen Ramadan adalah saat umat muslim memproduksi sebanyak mungkin amal saleh. Tentunya tidak boleh melupakan niat dalam hati melakukannya karena Allah. Serta apa yang diperbuat membawa manfaat. “Menurut syariat dianjurkan agar bermanfaat,” imbuhnya.

Iktikaf merupakan amalan utama di bulan puasa. Sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Seseorang berdiam diri di dalam masjid untuk berzikir serta berdoa. Dengan memohon ampunan kepada Allah sebanyak mungkin. Ibadah ini biasa dilakukan umat Islam sebagai harapan untuk mendapatkan Lailatul Qadar atau malam yang lebih baik dari seribu bulan. “Lailatul Qadar mudah didapatkan pada sepuluh hari terakhir,” tutur Muhyiddin.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, puasa menjadi cara umat Islam untuk melatih banyak hal. Mulai dari sabar, disiplin, jujur, hingga melatih diri untuk hidup hemat. Itu yang diharapkan bisa dilakukan terus-menerus selama sebelas bulan selanjutnya hingga bertemu lagi pada Ramadan. (sil/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember