Sepintas, sate ini disajikan mirip seperti sate kebanyakan. Bedanya, pada penampilan fisik yang khas, diselimuti parutan kelapa dengan rasanya yang menggugah selera. Ditambah bumbu sambal kacang yang kental, cabai segar, dan irisan bawang merah yang tersaji dengan sepiring nasi yang ditaburi serundeng atau parutan kelapa kasar.
Owner Sate Klopo Trunojoyo, Iben Siena Ade Rachman, mengatakan, salah satu perbedaan utama sate ini dibanding dengan sate kebanyakan adalah pada penampilan fisik sate yang diselimuti parutan kelapa kasar atau serundeng.
Parutan kelapa itu tak sekadar mempercantik tampilan, namun juga memperkuat aroma dan rasanya. "Jadi, sebelum dibakar, sate dilumuri atau diselimuti parutan kelapa dulu, lalu didiamkan di kulkas selama 1–2 jam. Kemudian dibakar," katanya.
Proses melumuri daging sapi dengan parutan kelapa itu disebutnya marinasi. Di Surabaya, teknik memasak semacam ini dikenal sejak zaman kuno. Biasanya yang dipilih adalah parutan kelapa untuk serundeng. "Ada parutan kelapa santan, ada yang untuk serundeng. Nah, untuk sate ini, menggunakan parutan serundeng," imbuhnya.
Jurnalis: Maulana
Fotografer: Maulana, RACHMAN FOR RADAR JEMBER
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal