alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Begini cara Dinas Peternakan Jember, Bagi Tips Olah Kotoran Sapi

Kurangi Ketergantungan Pupuk Kimia Petani Belajar Membuat Pupuk Organik

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Semua petani di Kabupaten Jember mengetahui bila kotoran hewan bisa bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Namun, belum banyak yang tahu bagaimana cara mengolah kotoran sapi dan kambing tersebut untuk dijadikan pupuk sehingga petani tidak lagi bergantung pada pupuk bersubsidi.

Untuk itu, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Jember memberikan kesempatan kepada petani mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik. Tercatat ada 500 petani dari seluruh kecamatan di Kabupaten Jember yang menjalani pelatihan tersebut. Pelatihan itu berlangsung di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kecamatan Kaliwates.

Dwita Indra Rosa, instruktur dari Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Malang, mengungkapkan, sebenarnya pembuatan pupuk kandang ini mudah sekali. Semua petani bisa melakukan hal itu di rumah masing-masing. Selain pupuk kandang, juga dibutuhkan kapur, dedak, dan tetes tebu. “Waktu pembuatan tidak lebih dari empat minggu atau satu bulan,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pejabat di divisi pengolahan hasil dan pelatihan peternakan itu menambahkan, pupuk kandang tidak mengandung zat kimia dan memiliki kandungan unsur hara tinggi. Sehingga pupuk ini bisa menormalkan kembali kerusakan struktur tanah akibat terlalu sering melakukan perabukan menggunakan pupuk buatan pabrik berbahan kimia.

Toha, petani asal Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, mengutarakan, selama ini pupuk kandang dibuang begitu saja di kebun. Tak hanya dirinya, tapi juga kebanyakan petani lain di kampungnya. Toha beralasan, hal itu dilakukan karena rata-rata petani belum memiliki pengetahuan tentang cara membikin pupuk organik.

- Advertisement -

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Semua petani di Kabupaten Jember mengetahui bila kotoran hewan bisa bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Namun, belum banyak yang tahu bagaimana cara mengolah kotoran sapi dan kambing tersebut untuk dijadikan pupuk sehingga petani tidak lagi bergantung pada pupuk bersubsidi.

Untuk itu, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Jember memberikan kesempatan kepada petani mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik. Tercatat ada 500 petani dari seluruh kecamatan di Kabupaten Jember yang menjalani pelatihan tersebut. Pelatihan itu berlangsung di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kecamatan Kaliwates.

Dwita Indra Rosa, instruktur dari Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Malang, mengungkapkan, sebenarnya pembuatan pupuk kandang ini mudah sekali. Semua petani bisa melakukan hal itu di rumah masing-masing. Selain pupuk kandang, juga dibutuhkan kapur, dedak, dan tetes tebu. “Waktu pembuatan tidak lebih dari empat minggu atau satu bulan,” katanya.

Pejabat di divisi pengolahan hasil dan pelatihan peternakan itu menambahkan, pupuk kandang tidak mengandung zat kimia dan memiliki kandungan unsur hara tinggi. Sehingga pupuk ini bisa menormalkan kembali kerusakan struktur tanah akibat terlalu sering melakukan perabukan menggunakan pupuk buatan pabrik berbahan kimia.

Toha, petani asal Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, mengutarakan, selama ini pupuk kandang dibuang begitu saja di kebun. Tak hanya dirinya, tapi juga kebanyakan petani lain di kampungnya. Toha beralasan, hal itu dilakukan karena rata-rata petani belum memiliki pengetahuan tentang cara membikin pupuk organik.

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Semua petani di Kabupaten Jember mengetahui bila kotoran hewan bisa bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Namun, belum banyak yang tahu bagaimana cara mengolah kotoran sapi dan kambing tersebut untuk dijadikan pupuk sehingga petani tidak lagi bergantung pada pupuk bersubsidi.

Untuk itu, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Jember memberikan kesempatan kepada petani mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik. Tercatat ada 500 petani dari seluruh kecamatan di Kabupaten Jember yang menjalani pelatihan tersebut. Pelatihan itu berlangsung di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kecamatan Kaliwates.

Dwita Indra Rosa, instruktur dari Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Malang, mengungkapkan, sebenarnya pembuatan pupuk kandang ini mudah sekali. Semua petani bisa melakukan hal itu di rumah masing-masing. Selain pupuk kandang, juga dibutuhkan kapur, dedak, dan tetes tebu. “Waktu pembuatan tidak lebih dari empat minggu atau satu bulan,” katanya.

Pejabat di divisi pengolahan hasil dan pelatihan peternakan itu menambahkan, pupuk kandang tidak mengandung zat kimia dan memiliki kandungan unsur hara tinggi. Sehingga pupuk ini bisa menormalkan kembali kerusakan struktur tanah akibat terlalu sering melakukan perabukan menggunakan pupuk buatan pabrik berbahan kimia.

Toha, petani asal Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, mengutarakan, selama ini pupuk kandang dibuang begitu saja di kebun. Tak hanya dirinya, tapi juga kebanyakan petani lain di kampungnya. Toha beralasan, hal itu dilakukan karena rata-rata petani belum memiliki pengetahuan tentang cara membikin pupuk organik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/