Di antara banyak petugas vaksinasi yang digelar perguruan tinggi negeri vokasi unggulan tersebut, ternyata mahasiswa Polije juga turut membantu jadi relawan. “Kalau yang pakai APD warna abu-abu itu relawan dari mahasiswa Polije. Kalau yang pakai warna hijau itu baru tenaga kesehatan atau nakes,” ucap Eka Yuliani, mahasiswa Gizi Klinik Polije.
Eka tugasnya hanya mengeluarkan surat keterangan telah divaksin Covid-19. Dia menjelaskan, rata-rata yang jadi relawan adalah mahasiswa kesehatan Polije. Mahasiswa semester lima tersebut juga siap bila dibutuhkan menjadi relawan penanganan Covid-19 sekalipun. “Covid-19 ini tidak tahu ke depan seperti apa. Tapi, kami sebagai mahasiswa kesehatan Polije juga siap jadi relawan,” terangnya.
Selain Eka, juga ada mahasiswa Polije yang membantu screening, seperti mengukur tekanan darah dan lainnya. Bahkan, juga ada mahasiswa selain jurusan kesehatan yang juga terjun jadi relawan. Namun, tugas mereka tidak langsung bersentuhan dalam proses vaksinasi, tapi cukup berdiri untuk membantu dan mengingatkan tentang protokol kesehatan. “Kalau saya tugasnya membantu dan mengarahkan peserta vaksin yang bingung. Termasuk juga mengingatkan tentang prokes,” tutur Ahmad Raihan, mahasiswa Teknik Energi Terbarukan Polije.
Wakil Direktur I Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Polije Abi Bakri mengatakan, pada vaksinasi kali ini, Polije di-support oleh Kodim 0824 Jember dengan mendapatkan jatah sebanyak 3.000 vaksin dan tidak dipungut biaya. Pelaksanaannya berlangsung selama dua hari. "Bapak Direktur Polije memang ingin sekali berkontribusi dan berpartisipasi pada vaksinasi. Dan pihak kodim kebetulan mendapat mandat dari pemerintah untuk segera menuntaskan vaksinasi bagi seluruh masyarakat," ungkapnya.
Vaksinasi ini juga bertujuan agar Polije menjadi kampus yang tangguh. Di mana seluruh elemen di dalamnya, mulai dari pimpinan, pegawai serta keluarganya, hingga mahasiswa dapat memproteksi diri dengan vaksin. "Pandemi ini sudah lama sekali. Jadi, harapannya melalui vaksin ini nanti kami bisa segera melakukan belajar tatap muka. Sehingga bisa berjalan normal seperti dulu," tuturnya.
Sebelumnya, Polije juga sempat melakukan vaksinasi masal khusus bagi keluarga besar Polije dengan jatah sebanyak 1.000 vaksin. Namun, vaksin yang digunakan hanya sekitar 700 lebih dalam waktu tiga hari. "Dari seribu, ada beberapa yang tidak hadir. Ada yang masih takut, ada yang sedang sakit, dan sebagainya. Tapi, terlihat pegawai yang belum vaksin dulu, sekarang ikut. Juga ada mahasiswa Polije. Mereka antusias ikut vaksin," imbuh Abi.
Dalam kegiatan kali ini, Polije juga menggandeng beberapa mahasiswa untuk turut menjadi petugas vaksinasi. Hal ini menjadi kesempatan besar bagi mahasiswa terlibat dalam pencegahan wabah ini. "Karena ini masalah bersama, dan mahasiswa jadi korban juga. Mereka kuliahnya daring, praktikumnya daring. Ini berlangsung cukup lama. Saya salut karena ada sekitar tiga puluhan mahasiswa yang terlibat menjadi relawan," terangnya.
Jauh sebelumnya, Polije juga telah lama berkeinginan menjadi Kampus Tangguh Covid-19. Setidaknya, akhir tahun kemarin, Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin selaku Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Jember melakukan kunjungan supervisi ke Polije untuk mewujudkan Polije menjadi kampus tangguh.
Sementara itu, Ani Kurniawan, perawat dari Klinik Dokterku milik RS Bina Sehat yang juga jadi petugas vaksinasi di Polije, mengaku cukup terbantu dengan adanya relawan mahasiswa yang sebagian besar punya disiplin ilmu kesehatan. “Kalau banyak relawan yang paham kesehatan, pasti meringankan tugas kami. Tapi, ada beberapa hal yang masih ditangani tenaga kesehatan langsung, seperti penyuntikan vaksin dan sebagian screening,” pungkasnya.
Reporter : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona