alexametrics
29.2 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Duasisi Coffespace, dari Kopi Percobaan Menjadi Andalan

Banyak Mengira dari Luar, Padahal Racikan Lokal

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Dua pria muda tampak sibuk meracik kopi. Ada yang hangat dan ada yang dingin. Keduanya fokus melayani pesanan orang. Baik yang datang langsung maupun yang daring. Tidak lama kemudian, kopi itu siap dinikmati.

Seperti pada umumnya, Mochamad Hafezd As’ad dan Fikri Fadilla hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menyelesaikan racikannya. Duasisi Coffespace itu kini punya panggung tersendiri bagi sebagian pencinta kopi. “Awalnya dulu, ya, sepi. Alhamdulillah, sekarang banyak pelanggan,” kata Hafezd yang baru menyelesaikan pembuatan kopi pesanan pembeli.

Dalam dunia perkopian, Duasisi Coffespace tergolong baru. Ibarat balita, tempat ini baru berusia dua tahun pada 24 Agustus besok. Tetapi, jangan salah, langganannya telah banyak dari luar kota. Maklum, mahasiswa dan komunitas juga kerap menjadi langganan untuk nongkrong di pinggir Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hafezd mengaku, terjun ke bisnis kopi karena di seantero kabupaten/kota di Indonesia banyak pencinta dan penikmat kopi. Melihat Jember dan kabupaten sekitar kaya akan hasil produksi kopi, semakin memantapkan tekadnya untuk berjualan minuman hitam pekat itu. Dua tahun lalu, sekitar enam bulan sebelum pandemi, dia menjual kopi dengan promo beli segelas kopi, gratis segelas lagi.

Selama dua tahun itulah, Hafezd banyak melakukan percobaan. Sambil jualan, dirinya tetap melakukan ‘penelitian’ demi mendapatkan racikan kopi yang disukai banyak orang. Otomatis, kala itu cita rasa yang ditawarkan masih berubah-ubah. Hingga akhirnya, dia menemukan racikan kopi andalan yang diberi nama coconut white.

Dalam meracik kopi, pikiran Hafezd tak sekadar menyasar kaum Adam. Akan tetapi, dirinya berupaya menyajikan kopi yang sesuai dengan lidah kaum perempuan. Apalagi, tren ngopi bukan saja disukai pria, tetapi merambah pada wanita juga. Hanya, banyak orang yang masih menganggap tabu jika ada perempuan ngopi. Padahal, cita rasa kopi bisa disesuaikan dengan minat masing-masing orang. “Jadi, pencinta kopi bermacam-macam. Ada yang suka kopi murni, ada yang suka pakai susu, ada yang suka arabika, robusta, dan banyak macamnya. Saya berpikir, saya harus bisa membuat kopi yang disukai perempuan juga,” urainya.

Pria yang baru-baru ini menyukai olahraga sepeda itu menyebut, racikan coconut white yang menjadi andalannya banyak yang mengira brand dari luar kota. “Padahal, ini racikan asli orang Jember. Jember yang kaya akan kopi, punya peluang besar untuk mengenalkan brand ke luar kota,” ulasnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Dua pria muda tampak sibuk meracik kopi. Ada yang hangat dan ada yang dingin. Keduanya fokus melayani pesanan orang. Baik yang datang langsung maupun yang daring. Tidak lama kemudian, kopi itu siap dinikmati.

Seperti pada umumnya, Mochamad Hafezd As’ad dan Fikri Fadilla hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menyelesaikan racikannya. Duasisi Coffespace itu kini punya panggung tersendiri bagi sebagian pencinta kopi. “Awalnya dulu, ya, sepi. Alhamdulillah, sekarang banyak pelanggan,” kata Hafezd yang baru menyelesaikan pembuatan kopi pesanan pembeli.

Dalam dunia perkopian, Duasisi Coffespace tergolong baru. Ibarat balita, tempat ini baru berusia dua tahun pada 24 Agustus besok. Tetapi, jangan salah, langganannya telah banyak dari luar kota. Maklum, mahasiswa dan komunitas juga kerap menjadi langganan untuk nongkrong di pinggir Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu.

Hafezd mengaku, terjun ke bisnis kopi karena di seantero kabupaten/kota di Indonesia banyak pencinta dan penikmat kopi. Melihat Jember dan kabupaten sekitar kaya akan hasil produksi kopi, semakin memantapkan tekadnya untuk berjualan minuman hitam pekat itu. Dua tahun lalu, sekitar enam bulan sebelum pandemi, dia menjual kopi dengan promo beli segelas kopi, gratis segelas lagi.

Selama dua tahun itulah, Hafezd banyak melakukan percobaan. Sambil jualan, dirinya tetap melakukan ‘penelitian’ demi mendapatkan racikan kopi yang disukai banyak orang. Otomatis, kala itu cita rasa yang ditawarkan masih berubah-ubah. Hingga akhirnya, dia menemukan racikan kopi andalan yang diberi nama coconut white.

Dalam meracik kopi, pikiran Hafezd tak sekadar menyasar kaum Adam. Akan tetapi, dirinya berupaya menyajikan kopi yang sesuai dengan lidah kaum perempuan. Apalagi, tren ngopi bukan saja disukai pria, tetapi merambah pada wanita juga. Hanya, banyak orang yang masih menganggap tabu jika ada perempuan ngopi. Padahal, cita rasa kopi bisa disesuaikan dengan minat masing-masing orang. “Jadi, pencinta kopi bermacam-macam. Ada yang suka kopi murni, ada yang suka pakai susu, ada yang suka arabika, robusta, dan banyak macamnya. Saya berpikir, saya harus bisa membuat kopi yang disukai perempuan juga,” urainya.

Pria yang baru-baru ini menyukai olahraga sepeda itu menyebut, racikan coconut white yang menjadi andalannya banyak yang mengira brand dari luar kota. “Padahal, ini racikan asli orang Jember. Jember yang kaya akan kopi, punya peluang besar untuk mengenalkan brand ke luar kota,” ulasnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Dua pria muda tampak sibuk meracik kopi. Ada yang hangat dan ada yang dingin. Keduanya fokus melayani pesanan orang. Baik yang datang langsung maupun yang daring. Tidak lama kemudian, kopi itu siap dinikmati.

Seperti pada umumnya, Mochamad Hafezd As’ad dan Fikri Fadilla hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menyelesaikan racikannya. Duasisi Coffespace itu kini punya panggung tersendiri bagi sebagian pencinta kopi. “Awalnya dulu, ya, sepi. Alhamdulillah, sekarang banyak pelanggan,” kata Hafezd yang baru menyelesaikan pembuatan kopi pesanan pembeli.

Dalam dunia perkopian, Duasisi Coffespace tergolong baru. Ibarat balita, tempat ini baru berusia dua tahun pada 24 Agustus besok. Tetapi, jangan salah, langganannya telah banyak dari luar kota. Maklum, mahasiswa dan komunitas juga kerap menjadi langganan untuk nongkrong di pinggir Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu.

Hafezd mengaku, terjun ke bisnis kopi karena di seantero kabupaten/kota di Indonesia banyak pencinta dan penikmat kopi. Melihat Jember dan kabupaten sekitar kaya akan hasil produksi kopi, semakin memantapkan tekadnya untuk berjualan minuman hitam pekat itu. Dua tahun lalu, sekitar enam bulan sebelum pandemi, dia menjual kopi dengan promo beli segelas kopi, gratis segelas lagi.

Selama dua tahun itulah, Hafezd banyak melakukan percobaan. Sambil jualan, dirinya tetap melakukan ‘penelitian’ demi mendapatkan racikan kopi yang disukai banyak orang. Otomatis, kala itu cita rasa yang ditawarkan masih berubah-ubah. Hingga akhirnya, dia menemukan racikan kopi andalan yang diberi nama coconut white.

Dalam meracik kopi, pikiran Hafezd tak sekadar menyasar kaum Adam. Akan tetapi, dirinya berupaya menyajikan kopi yang sesuai dengan lidah kaum perempuan. Apalagi, tren ngopi bukan saja disukai pria, tetapi merambah pada wanita juga. Hanya, banyak orang yang masih menganggap tabu jika ada perempuan ngopi. Padahal, cita rasa kopi bisa disesuaikan dengan minat masing-masing orang. “Jadi, pencinta kopi bermacam-macam. Ada yang suka kopi murni, ada yang suka pakai susu, ada yang suka arabika, robusta, dan banyak macamnya. Saya berpikir, saya harus bisa membuat kopi yang disukai perempuan juga,” urainya.

Pria yang baru-baru ini menyukai olahraga sepeda itu menyebut, racikan coconut white yang menjadi andalannya banyak yang mengira brand dari luar kota. “Padahal, ini racikan asli orang Jember. Jember yang kaya akan kopi, punya peluang besar untuk mengenalkan brand ke luar kota,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/