Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sisi Lain Pemeran Serial Bidaah Perjalanan Karier Erma Fatimah: Dari Dunia Akting hingga Sukses Sebagai Produser Bidaah

M. Ainul Budi • Minggu, 13 April 2025 | 21:28 WIB
Perjalanan karir Erna Fatimah (Youtube @Usanita)
Perjalanan karir Erna Fatimah (Youtube @Usanita)

Radar Jember – Erma Fatima yang kini semakin dikenal menarik perhatian publik setelah drama yang diproduserinya Bidaah, mencuri perhatian banyak penonton termasuk di Indonesia.

Drama asal Malaysia ini mengangkat tema kontroversial tentang sekte agama yang menyimpang dari ajaran Islam, dan berhasil mendapatkan sambutan hangat.

Disutradarai oleh Ellie Suriaty, Bidaah menampilkan aktor terkenal seperti Faizal Hussein, Fattah Amin, dan Riena Diana.

Lahir pada 14 Maret 1968 dengan nama lengkap Fatimah binti Rahmad Ali, Erma dikenal sebagai sosok yang berpengaruh di dunia hiburan Malaysia, baik sebagai aktris, sutradara, produser, maupun penulis naskah.

Sebelum sukses di dunia produksi, Erma sudah terlebih dahulu mencapai prestasi di dunia seni peran.

Ia pernah meraih penghargaan sebagai Pelakon Wanita Terbaik dalam Festival Filem Malaysia ke-9 melalui film Hati Bukan Kristal dan dalam Festival Filem Malaysia ke-11 lewat film Femina.

Dalam sebuah wawancara di channel YouTube @Usanita, Erma mengungkapkan bagaimana perjalanan kariernya dimulai.

Ia menceritakan bahwa kondisi ekonomi yang menuntutnya untuk bekerja sejak remaja.

Setiap kali libur sekolah, ia selalu mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup, bahkan saat menjelang ujian SPM, ia masih mengambil pekerjaan tambahan.

Erma juga mengatakan bahwa pada masa itu ia tidak terlalu memikirkan apakah pekerjaan tersebut benar atau salah, yang terpenting baginya adalah mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ia mengungkapkan bahwa perjuangannya akhirnya membuahkan hasil saat ia mendapat tawaran berakting dalam drama Rozana Cinta 87, yang menjadi debutnya di layar kaca.

Dalam drama tersebut, ia berperan sebagai Noni.

Meskipun awalnya hanya diberi peran kecil, Erma akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memerankan karakter yang lebih signifikan karena menunjukkan kemampuannya.

Keberhasilan Rozana Cinta 87 mengantarkan Erma pada kesuksesan, dan sejak itu tawaran dari berbagai sutradara ternama, termasuk Rahim Razali, mulai berdatangan.

Erma mengungkapkan bahwa setelah film tersebut, tawaran kerja terus berdatangan tanpa henti.

Meski sebelumnya ia menempuh pendidikan hukum dengan cita-cita menjadi pengacara, Erma merasa bahwa proses untuk meraih kesuksesan di bidang tersebut terlalu lama.

Ia menyatakan bahwa menjadi pengacara membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk meraih hasil, sementara dengan akting, ia merasa cukup bahagia meskipun hanya mendapatkan penghasilan kecil.

Keputusan Erma untuk terjun ke dunia hiburan sempat mengecewakan orang tuanya, namun ia tetap teguh pada pilihannya.

Erma berjanji kepada orang tuanya bahwa ia akan membuktikan diri dan berhasil di industri hiburan.

Kesuksesan Bidaah kini membuktikan bahwa Erma Fatimah bukan hanya seorang aktris berbakat, tetapi juga produser yang visioner, mampu menciptakan karya-karya yang berani dan relevan.

Drama tersebut tidak hanya menarik perhatian penonton di Malaysia, tetapi juga mendapat sambutan positif di Indonesia.

Penulis : Ning Nabila Zuhro

 

Editor : M. Ainul Budi
#WALID #serial bidaah #erma fatima #baiduri