Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Akmal Ogah Jadi Arsitektur Lebih Suka Jurusan Tata Busana

Safitri • Jumat, 30 Desember 2022 | 00:29 WIB
Photo
Photo
KEDIRI, RADARJEMBER.ID - Mukhammad Akmal kenapa tidak menuruti desakan orang tua agar ia menjadi seorang arsitek tak menciutkan hasrat menerjuni dunia fashion.

Akmal sekaligus ingin membuktikan bahwa menjadi fashion designer juga punya prospek untuk masa depan. Itu dia buktikan ketika karyanya tampil di Dhoho Fashion Street beberapa waktu lalu.

BACA JUGA : Gapai Jember Zero Stunting, Bentuk Tim Khusus untuk Turunkan Kasus

Meretas jalan ke rumah mode ternama bukan perkara mudah. Namun, Mukhammad Akmal mampu melakukannya. Dan, ini bukan masalah keberuntungan semata. Keahlian adalah faktor penentu.

Ya, bidang rancang busana sudah menarik hati remaja 19 tahun dan sering disapa Akmal ini. Meskipun, sebenarnya, jalan karir itu sempat ditentang oleh orang tuanya. Yang lebih suka bila sang anak menekuni bidang arsitektur.

Harapan orang tua Akmal melihat anaknya jadi arsitek sudah terlihat sejak dia masuk sekolah menengah pertama. Saat itu kedua orang tuanya sudah meminta agar dia masuk jurusan aristektur nantinya. Keinginan itu tak dituruti oleh sang anak.

“Saya nekat masuk ke jurusan tata busana di SMKN 3 Kota Kediri,” kenang remaja asal Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota ini.Semula, orang tua Akmal memang kecewa. Mereka tidak setuju dengan pilihan sang anak.

“Tapi tetap saya bujuk. Saya beritahu bahwa bidang ini juga prospek untuk masa depan,” tambahnya. Alumnus MTs Miftahul Falah ini sejak kecil memang sudah tertarik dengan hal-hal y berbau fashion design.

Bukunya kala itu sudah penuh coretan-coretan gambar model baju. Bakat itu kian terasah setelah dia memilih jurusan tata busana. Akmal benar-benar fokus. “Akhirnya saya yakin bahwa inilah cita-cita saya,” tegas Akmal.

Bakat di bidang tata busana memang tak bisa dipungkiri. Ketika kelas 10 ia sudah berani membuka jasa jahit di rumah. Hasilnya pun lumayan. Mulai dari tetangga dan teman-temannya banyak order jasa menjahitnya.

Ketika lulus, Akmal sempat menganggur beberapa bulan. Sampai suatu saat salah seorang gurunya memintanya bergabung di salah satu event pelatihan fashion designer diadakan oleh Bank Indonesia di Kediri Agustus lalu.

“Dari satu angkatan hanya saya sendiri dipilih guru untuk ikut pelatihan itu,” tutur anak sulung dari dua bersaudara ini. Di pelatihan itu dia diajari beberapa hal pokok dalam fashion design. Seperti cara membuat design proporsi tubuh, cara membuat konsep design dan membuat baju.

Peserta pelatihan tak sekadar mendapatkan teori. Mereka juga diminta praktik. Memproduksi karya baju. Yang konsepnya ditentukan oleh mentor. Tantangan membuat baju berkonsep ‘ready to wear’ diaplikasikan dengan cerdas oleh Akmal.

Dia memanfaatkan kain tenun ikat Kediri untuk baju kontemporer dan kekinian. Hasil karyanya yang ditunjukkan di malam penutupan pelatihan itu mendapat penghargaan. Sebagai best illustration.

Usai pelatihan itulah mentornya yang seorang fashion designer, Elfi Lila dari Bali, menawarinya bergabung di studionya. Tawaran yang tidak disia-siakan oleh Akmal. Ibarat kesempatan untuk menerbangkan sayap di dunia mode.

Dia sempat dihalang-halangi. Apalagi kedua orang tua Akmal khawatir karena sang anak tidak pernah jauh dari kampung halamannya. “Saya yakinkan kalau siap mencari pengalaman dan berkarir, akhirnya mereka merestui saya berangkat ke Denpasar Bali,” terang Akmal.

Dukungan kedua orang tuanya juga ditunjukkan saat dia bertolak ke Bali September lalu. Keluarganya turut mengantar hingga ke Bali. Kini, kemampuannya kian terasah. Terakhir ia juga unjuk gigi dengan karya tampil di acara tahunan Pemerintah Kota Kediri.

Dhoho Fashion Street. Di acara yang digelar 10 Desember di balai kota itu, dia ikut memamerkan karyanya. Ia mengaku idolanya adalah Deny Wirawan. Seorang fashion designer tanah air.

Gaya rancangannya memperlihatkan citarasa misterius, provokatif sekaligus seksi. Yang dikemas dengan sentuhan feminin-maskulin yang penuh elegansi dan glamoritas. “Saya suka dengan karya-karyanya, karyanya menjadi role model saya untuk berkarya.”pungkas Akmal.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto”Mukhammad Akmal

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Kediri

 

  Editor : Safitri
#fashion