Ia mulai memiliki hobi memelihara koi pada 2010 lalu. Kemudian memutuskan untuk memelihara dalam jumlah banyak dan dikembangkan menjadi usaha budidaya. “Awalnya cuma hobi, pelihara sedikit di rumah. Kemudian 2014 mulai mencoba membudidaya ikannya sampai sekarang,” jelas Uki saat ditemui belum lama ini.
Pemasaran ikan koi yang dihasilkan di Casablanca Koi Farm ini sudah mencapai level nasional. Melalui promosi di media sosial dan beberapa reseller, Uki dapat menjual ikan ternakannya hingga ke luar pulau. Paling jauh sampai Sulawesi dan Sumatera.
BACA JUGA: Budidaya Maggot di Jember, Solusi Atasi Sampah Organik Warga Perkotaan
Dalam penjualannya, Uki mengaku bisa menghasilkan sampai Rp 8 juta per ekor untuk ukuran panjang 70 sentimeter. Sedangkan untuk ukuran yang lebih kecil, dihargai Rp 500 ribu sampai Rp 3 juta. “Karena sekarang peternakannya hanya buka di hari Sabtu dan Minggu, jadi dalam sebulan kira-kira bisa dapat Rp 12 juta ke atas,” terang Uki.
Pada awal masa budidayanya, Uki sempat mengikuti banyak kontes ikan koi. Ia pun sering mendapatkan juara. “Tapi kemudian ikannya dilirik orang, jadi kemudian dibeli dan dibawa sama pialanya juga,” ucap Uki.
Ikan koi yang dipelihara oleh pegawai Badan Urusan Logistik (Bulog) Bondowoso ini ada beberapa jenis. Di antaranya adalah Shiro, Karasu, Showa, Gosanke, Koyo dan Karashi. Menurut Uki, jenis yang paling unik dan jarang ditemui adalah jenis koi Koyo, yang memiliki corak kuning-putih. “Untuk koyo itu baru bisa menghasilkan corak yang bagus setelah beberapa kali persilangan antara jenis Karashi dan Shiro,” ungkap Uki
Koi yang ada di Casablanca Koi Farm ini dibedakan berdasarkan ukuran dalam 15 kolam. Untuk ikan yang lebih kecil, ditempatkan di enam tempat. Sisanya untuk yang berukuran besar. “Tapi untuk makanannya ya sama, pakai pelet,” kata Uki
Bak-bak tersebut juga disertai dengan alat penyaring sederhana yang dipasang secara mandiri oleh Uki. Pembersihan tempat pemeliharaan ikan tersebut dilakukan sebanyak satu kali dalam empat bulan. (*)
Foto : Noer Fajriyatul Maslahah untuk Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal