BACA JUGA : Demi Kota Pesantren Aman dan Kondusif, Konser Langit Digagalkan!
Selain itu, dia juga termasuk orang yang menyukai tantangan. Hal itu terlihat sejak dia masih menempuh pendidikan sarjana di Universitas Jember. Untuk membiayai kuliahnya, dia menjadi agen koran semua media, termasuk Jawa Pos Radar Jember.
Perjalanan menjadi agen koran rupanya tidak berjalan lama. Bukan berarti berhenti, lebih tepatnya memperluas wilayah kekuasaan. Setelah lulus dari kuliahnya, dia mulai menekuni bidang bisnis. Hal itu sesuai dengan keilmuan yang dia tempuh selama di perguruan tinggi, yakni Sarjana Ekonomi Universitas Jember.
Dirinya menakhodai Senyum Media Jember, sebuah toko yang menyediakan alat tulis. Perlahan Kholid mengelola toko tersebut sampai membawanya kepada pintu gerbang kejayaan. Dia berhasil merajai pasaran bisnis alat tulis di Jember. Bahkan dia sudah membuka empat cabang sampai sekarang.
Buah dari perjuangan Kholid banyak dirasakan oleh masyarakat. Bukan sekadar bisnis semata, namun persediaan alat tulis di toko Senyum Media menjadi rujukan banyak orang untuk membeli alat tulis. Nama Kholid dan nama toko Senyum Media sepertinya sudah sangat melekat di ingatan masyarakat. Bila kebingungan alat tulis, maka solusinya adalah Senyum Media. “Alhamdulillah, empat toko tersebut ramai semua. Hal itu menandakan bahwa toko tersebut dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya.
Tidak berhenti di situ, Kholid dengan kehokiannya dalam dunia bisnis, kini memperluas usahanya dengan membuka toko serba ada. Bahkan semua jenis kebutuhan rumah tangga dan indekos, toko milik Kholid tersebut menjadi yang terlengkap. Nama tokonya adalah Rindang Khatulistiwa, sebuah nama yang diberikan dengan makna khusus. “Rindang ini secara khusus berasal dari nama saya, Kholid Ashari dan Endang Budiarti, istri saya sendiri,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Namun, makna secara umum tentang rindang tidak jauh berbeda dari arti secara umum. Rindang mempunyai arti memberikan keteduhan bagi kehidupan di bawahnya. Hal ini seperti arti dari kata rindang itu sendiri, yang biasa diucapkan saat seseorang mendapat tempat teduh dari suasana panas. “Kami berharap toko ini bisa memberikan masyarakat atau konsumen kenyamanan, terutama saat berbelanja, karena merasa rindang,” imbuh pria yang dikaruniai 3 anak tersebut.
Barang yang disediakan Toko Rindang Khatulistiwa tentu tidak sama dengan barang yang dijual di Senyum Media. Toko yang baru dirintisnya tersebut menyediakan berbagai macam kebutuhan masyakat. Terutama kebutuhan rumah tangga dan indekos. Toko ini bahkan menjadi yang terlengkap menyediakan peralatan. “Kami memang tidak mau menjual barang yang sama dengan barang yang ada di Senyum Media,” tandasnya.
Dengan kegigihan yang dimiliki oleh Kholid, inovasi terhadap Rindang Khatulistiwa terus dilakukan. Salah satunya dengan menyediakan toko yang ramah disabilitas. Sebab, di tangga menuju ke lantai dua, tersedia jalur untuk disabilitas. “Jadi, mereka naik tangga tidak perlu susah payah. Untuk yang lain juga bisa naik lif,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Saat ini Rindang Khatulistiwa telah diresmikan sebagai toko pusat perbelanjaan semua kebutuhan. Kholid berharap, dengan gagasan beserta upayanya dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. “Ke depan, semua kebutuhan akan kami lengkapi lagi, dan fasilitas layanan akan kami tingkatkan lagi, menjadi toko yang ramah untuk semua kalangan,” pungkasnya. (c2/nur) Editor : Safitri