Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pasar Induk Bondowoso Sudah Dibangun, Tapi Kok Sampahnya Masih Berserakan?

Faqih Humaini • Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:34 WIB

MENUMPUK: Potret kondisi tempat sampah di area Pasar Induk Bondowoso yang menunjukkan kondisi lingkungan perlu dapat perhatian serius. (YUNITA SETYOWATI)
MENUMPUK: Potret kondisi tempat sampah di area Pasar Induk Bondowoso yang menunjukkan kondisi lingkungan perlu dapat perhatian serius. (YUNITA SETYOWATI)

 

radarjember.id – Pasar Induk Bondowoso kini tampil lebih rapi dan bersih setelah dibangun dengan konsep semi modern.

Namun, menjaga kebersihan pasar ternyata bukan perkara mudah.

Volume sampah yang tinggi, perilaku pengunjung, hingga rendahnya kesadaran pedagang masih menjadi tantangan utama yang dihadapi pengelola.

Kepala UPTD Pasar Bondowoso, Didik Muriyanto, mengungkapkan bahwa kebersihan pasar ditangani bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Pembersihan dilakukan setiap hari, baik pagi maupun siang.

Meski demikian, masih sering ditemukan tumpukan sampah di beberapa sudut pasar. 

“Secara kedinasan kami sudah berusaha maksimal, bahkan tempat sampah sudah kami sediakan. Namun, persoalannya kembali pada kesadaran masyarakat. Ada tempat sampah yang justru hilang dibawa entah ke mana,” jelasnya.

Pasar Induk yang beroperasi 24 jam dinilai menjadi tantangan tersendiri.

Aktivitas jual beli yang tidak pernah berhenti berbanding lurus dengan meningkatnya produksi sampah.

UPTD bersama DLH bahkan menempatkan tujuh petugas kebersihan di setiap lantai serta petugas keliling.

Namun, sampah tetap menumpuk jika pengunjung dan pedagang tidak disiplin membuang pada tempatnya.

Sebagai upaya tambahan, UPTD Pasar menggencarkan program Jumat Bersih di seluruh pasar daerah.
Seluruh pedagang dilibatkan untuk melakukan kerja bakti bersama.

Bahkan, dukungan datang dari pihak perbankan yang turut membantu penyediaan 15 unit tempat sampah baru.

Catatan pentingnya, program ini baik, tetapi akan sia-sia jika perilaku pengunjung dan pedagang tidak berubah.

Selain kebersihan, pengelolaan fasilitas juga menjadi sorotan.

Pasar semi modern dengan lantai keramik dan bangunan yang lebih representatif membutuhkan kepedulian bersama agar tidak cepat rusak. 

Didik mengingatkan pedagang bahwa pasar adalah “rumah kedua” mereka. “Kalau pasar bersih, pembeli nyaman. Kalau kotor dan kumuh, khawatir pengunjung enggan datang dan pindah ke tempat lain,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang, Andri Widarto, mengakui bahwa kondisi pasar kini jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, kebersihan pasar berdampak langsung pada jumlah pembeli. “Kalau pasarnya bersih, pengunjung lebih banyak. Tapi kalau kotor, pasti semakin sepi,” ujarnya.

Dari kondisi ini, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kebersihan pasar Bondowoso membutuhkan kolaborasi yang konsisten. Pemerintah sudah menyediakan tenaga kebersihan, sarana, dan program pendukung. (mmg3/faq/fid)

Editor : Adeapryanis
#Bondowoso #Sampah #pasar induk