Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bupati Bondowoso: Manfaatkan AI untuk Pendidikan, Punya Kemudahan Besar Tapi Harus Waspadai Dampaknya

Faqih Humaini • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 05:55 WIB

 

Bupati Bondowoso ABDUL HAMID WAHID
Bupati Bondowoso ABDUL HAMID WAHID

GRUJUGAN, Radar Ijen - Penerapan kecerdasan buatan atau yang biasa disebut AI di dunia pendidikan membawa dua sisi yang perlu diantisipasi bersama, yakni peluang positif dalam meningkatkan mutu siswa sekaligus potensi dampak negatif bila tidak disertai pendampingan yang tepat.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menilai siapapun tidak bisa menampik adanya pengembangan teknologi yang semakin tidam terbendung.

Hal ini tentu harus diantispasi dan dimanfaatkan dengan sempurna.

“Langkah-langkah upaya untuk membuka wawasan pengetahuan dan keterampilan bagi seluruh pihak, termasuk dalam pendidikan yang dilakukan pada hari ini, perlu terus  didorong bekerjasama dengan banyak pihak," katanya.

Ia menyebut sisi positif dari pemanfaatan teknologi adalah percepatan peningkatan pengetahuan siswa. Dengan bekal yang tepat, para pelajar bisa lebih adaptif menghadapi perubahan zaman serta mampu bersaing di tingkat global.

"Karena bagaimanapun revolusi industri 4.0 ini betul-betul sudah hadir nyata dalam kehidupan kita, baik itu kecerdasan buatan maupun ciri-ciri lainnya,” ujarnya.

Meski demikian, Ra Hamid sapaan akrabnya juga mengingatkan adanya tantangan yang tak boleh diabaikan.

Menurutnya, tanpa pendampingan yang memadai, penerapan AI bisa menimbulkan dampak negatif bagi siswa.

“Ini kenyataan yang harus dihadapi dan dijalani, sama seperti waktu Covid-19 kemarin, awalnya kita tidak membayangkan bisa bertemu secara online, tapi ketika itu terjadi ya harus dijalani,” ungkapnya.

Sementara itu, akademisi Universitas Negeri Malang, Juharyanto, menegaskan perlunya penguatan kapasitas guru agar mampu bertransformasi secara digital.

“Jangan sampai muridnya lebih pintar daripada gurunya, akhirnya sekolah dipandang statis dan tidak memiliki potensi mengembangkan peserta didik,” ucap Kepala Pusat Media, Sumber Belajar, dan Pendidikan Jarak Jauh itu.

Ia menjelaskan, AI dan transformasi digital memang bisa berdampak negatif jika berjalan tanpa pendampingan.

Karena itu, guru perlu dibekali agar setiap perubahan bisa memberikan hasil positif.

“Harus ada intervensi, bekal yang benar, agar mutu manusia tetap terjaga. Jangan sampai anak belajar sendiri tanpa pendampingan akhirnya dia akan kemana-mana,” jelasnya.

Abdul Hamid berharap program yang telah dimulai bersama berbagai pihak ini mampu mempercepat transformasi digital masyarakat Bondowoso.

“Kami menyambut baik langkah ini dan berharap percepatan transformasi bisa segera terwujud agar masyarakat benar-benar siap memposisikan diri dalam dunia 4.0,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Abdul Hamid #Bondowoso