Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Persiapan Liburan Nataru di Wisata Bondowoso, Begini Yang Harus Disiapkan

Radar Digital • Senin, 16 Desember 2024 | 22:24 WIB

 

NIKMATI ALAM: Sejumlah wisatawan Kawah Ijen mampir ke Situs Geopark Air Terjun Kalipait.
NIKMATI ALAM: Sejumlah wisatawan Kawah Ijen mampir ke Situs Geopark Air Terjun Kalipait.

BADEAN, Radar Ijen – Akhir tahun selalu menjadi momen liburan. Sebab, momen Natal dan tahun baru (Nataru) adalah jatah liburan hampir di setiap sektor. Maka dari itu, keselamatan wisatawan selama libur Nataru harus menjadi perhatian khusus di dunia pariwisata. Pengelola wisata perlu mempersiapkan, baik infrastruktur fisik maupun mental, dalam menjamin keselamatan pengunjung.

Dosen pariwisata Universitas Jember (Unej), Pandu Satriya Hutama, mensyaratkan sistem pengamanan. Baik yang dikelola oleh pihak swasta maupun pemerintah setempat. Seperti dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa maupun pemda. “Kecuali wisata yang dikelola oleh pemda. Karena pokdarwis menyediakan pengamanan. Cara ini lebih memberdayakan masyarakat,” ungkapnya.

Tak sebatas itu, menurut dosen tetap di Prodi Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unej itu, pengelola wisata setidaknya menyediakan fasilitas satu akses keluar masuk, barcode parkir kendaraan, pos pengamanan, dan SOP pengamanan. Sebab, pengamanan menjadi unsur utama dalam momen liburan, yang diprediksi wisatawan akan membeludak.

“Jangan lupakan juga penataan atau kerapian parkir, serta CCTV area parkir,” tuturnya.
Namun, dalam fasilitas keamanan destinasi wisata yang lebih khusus, Pandu mengatakan tentu berbeda-beda. Menyesuaikan dengan kondisi destinasi. “Kalau pantai tentu harus ada tim SAR yang jaga di sekitar pantai. Kemudian, ada berbagai papan imbauan dan larangan. SOP harus tersedia, di masa peak season khususnya,” ungkap pria pengajar mata kuliah water tourism tersebut.

Pandu juga mengingatkan akan pentingnya seragam khusus pengelola destinasi, terutama pihak pengamanan. Sebab, dengan begitu pengunjung akan mudah mengenali petugas. “Kemudian koordinasi serta pendirian pos pengamanan dengan pihak-pihak terkait, khususnya kepolisian,” ungkap pria yang telah beberapa kali mendampingi desa wisata tersebut.

Di sisi lain, Pandu setuju dengan langkah Disparbudpora Bondowoso yang selalu mengirim satu orang ke destinasi sebagai pengontrol dan pengawas. “Sifatnya Disparbudpora hanya monitor. Jadi, kalau ada kejadian tetap menjadi ranah kepolisian. Monitor itu untuk mengetahui arus wisatawan, trafiknya, data kunjungan, dan kejadian-kejadian selama liburan,” pungkas Pandu. (hlb/c2/bud)

 

Editor : Radar Digital
#kalipait #Bondowoso