https://radarjember.jawapos.com/berita-bondowoso/30/04/2023/menikmati-goa-mustajab-arak-arak-little-jurassic-di-perbatasan-bondowoso/
Goa itu terbentuk secara alami, tidak ada campur tangan manusia. Namun, apakah goa tersebut adalah goa purbakala, juga tidak bisa dipastikan karena tidak ada data terkait yang menyebut menjadi tempat tinggal manusia masa lampau. “Selama ini belum ada temuan penunjang dan data terkait penggunaan gua tersebut,” kata Heri Kusdarianto, Subkoordinator Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso.
Menurutnya, hingga saat ini diduga tempat tersebut murni goa alam. Tidak ada proses pengerjaan untuk kegiatan tertentu, baik kegiatan sakral maupun profan atau kegiatan yang tidak bersangkutan dengan agama dan tujuan keagamaan. “Dugaan sementara, objek tersebut hanya difokuskan pada pemandangan alamnya saja,” imbuhnya.
Meski begitu, jika ditemukan bukti pendukung adanya objek diduga cagar budaya, maka tidak menutup kemungkinan, tempat tersebut dikembangkan menjadi destinasi cagar budaya. Tentunya setelah melewati berbagai tahapan yang harus dilalui.
Dikonfirmasi terkait keindahan goa, Heri menjelaskan, goa alam biasanya mengikuti bentuk bumi. Maka tak heran jika sampai saat ini tempat ini masih terjaga dengan baik. “Digunakan oleh masyarakat untuk destinasi wisata sekitar tahun 2000-an, kalau gak salah,” pungkasnya. (ham/c2/dwi) Editor : Maulana Ijal