Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Destinasi Desa Megalitik di Pekauman, Bondowoso

Maulana Ijal • Minggu, 5 Desember 2021 | 21:30 WIB
Photo
Photo
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID - Kabupaten Bondowoso memang memiliki banyak julukan. Mulai dari kota tape, kota santri, hingga kota megalitik. Kabupaten yang tepat berada di sebelah utara Jember ini, terdapat ribuan benda peninggalan prasejarah yang tersebar di beberapa lokasi. Bahkan, ada  salah satu desa yang dipenuhi dengan situs peninggalan purbakala, yakni desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso.

Banyaknya penemuan benda purbakala di desa ini, membuat desa Pekauman  dijuluki dengan Situs Megalitik. Untuk menjaga keasliannya, pemerintah kabupaten setempat akhirnya membentuk Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) yang dinaungi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso.
Photo
Photo


Situs megalitikum di desa ini terbilang komplit. Ada menhir, dolmen, sarkofagus, arca, batu kenong, hingga mata uang, semua tersedia peninggalan megalitikum tersedia di desa ini.

Masyarakat umum juga bisa mengakses dan melihatnya secara langsung.

Untuk mengaksesnya, masyarakat hanya perlu mendatangi PIMB, kemudian bisa berkeliling sepuasnya kemana saja. Tentunya tetap ditemani oleh pemandu wisata yang merupakan juru kunci PIMB. Untuk bisa menikmati destinasi wisata megalitikum itu , para pengunjung dibebaskan pungutan biaya apapun.

"PIMB sebagai heritage, edukasi, dan informasi. Fungsinya untuk memberitahu masyarakat bahwa Bondowoso kaya akan peninggalan megalitik, siapa saja bisa berkunjung," ungkap salah seorang geolog, Heri Kusdaryanto.

Sejatinya, titik Situs Megalitik tak hanya di Pekauman saja. Ada juga di beberapa kecamatan lain, yang merupakan klaster dari PIMB. Salah satunya di Kecamatan Wringin. Namun, Desa Pekauman paling banyak ditemukan benda purbakala, maka desa ini menjadi pusat utama PIMB.

"Karena kita tahu sebaran Megalitik itu sangat luas dan berbagai macam. Kalau yang kami miliki, penguburan ada sekitar 14-15 model. Mulai dari yang sederhana sampai ke yang paling rumit ada disana," imbuh Heri.

Koleksi megalitikum yang paling banyak ditemukan di Pekauman adalah sarkofagus, atau batu besar tempat penyimpanan jenazah. Kemudian juga arca, mulai dari ukuran kecil hingga yang besarnya melebihi ukuran tubuh manusia.

Dibutuhkan waktu hingga satu hari para pengunjung, jika ingin melihat keseluruhan koleksi milik PIMB ini. Namun, pengunjung boleh juga jika ingin melihat sebagian saja koleksinya. Sebab, lagi-lagi, titik sebaran megalitikum itu tidak hanya ada di satu tempat. Alias tersebar di beberapa klaster.

"Jadi karena sebarannya luas, letaknya berjauhan, ketika ada masyarakat, pelajar, atau peneliti datang, mau ke lokasi menhir misalnya, bisa kami antarkan. Atau ingin keliling sampai dua titik saja, itu juga bisa," tuturnya.

Pengunjung juga boleh memilih untuk melihat koleksi di kantor utama PIMB saja, yang berada di Desa Pekauman. Di tempat ini terdapat beberapa peninggalan purbakala, sekitar 12 macam dengan jumlah koleksi benda lebih dari 200 buah.

"Yang paling lengkap itu yang tersebar di Pekauman, dan sebagian juga tersimpan di pusat informasi. Di PIMB ini biasanya tempat temuan yang berisiko rawan hilang, kita simpan di PIM biar aman," pungkasnya.

Jurnalis: Delfi Nihayah
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Dian Cahyani Editor : Maulana Ijal
#sejarah #Bondowoso