alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Terus Data Sebaran Peninggalan Megalitikum

Kerja Sama dengan BPCB Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebagai upaya pelestarian, edukasi informasi kepada publik, dan menilik tingkat kerusakan cagar budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur terus melakukan pendataan cagar budaya.

Hal itu dibenarkan oleh Heri Kusdaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso. Heri mengatakan, proses pendataan bakal dilakukan hingga 13 hari ke depan.

Pendataan dilakukan di lokasi cagar budaya. Antara lain Kecamatan Grujugan, Prajekan, Curahdami, dan Klabang.  “Pendataan tahun ini sebagai tindak lanjut kegiatan pendataan yang dilakukan pada 1983, 1991, dan 2004. Pendataan dilakukan hingga menghasilkan data konkret,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Heri mengungkapkan, cagar budaya di Bondowoso didominasi peninggalan era megalitikum. Total jumlahnya ada 1400 peninggalan. Di antaranya berupa menhir, sarkofagus, dolmen, dan batu kenong.  Sejumlah koleksi peninggalan megalitikum tersimpan di Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) Desa Pekauman, Grujugan.

“Memang ada peninggalan yang belum terdata. Kendalanya, sejumlah peninggalan berada di lokasi yang sulit dijangkau, misal di lereng gunung. Pendataan bakal dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebagai upaya pelestarian, edukasi informasi kepada publik, dan menilik tingkat kerusakan cagar budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur terus melakukan pendataan cagar budaya.

Hal itu dibenarkan oleh Heri Kusdaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso. Heri mengatakan, proses pendataan bakal dilakukan hingga 13 hari ke depan.

Pendataan dilakukan di lokasi cagar budaya. Antara lain Kecamatan Grujugan, Prajekan, Curahdami, dan Klabang.  “Pendataan tahun ini sebagai tindak lanjut kegiatan pendataan yang dilakukan pada 1983, 1991, dan 2004. Pendataan dilakukan hingga menghasilkan data konkret,” katanya.

Heri mengungkapkan, cagar budaya di Bondowoso didominasi peninggalan era megalitikum. Total jumlahnya ada 1400 peninggalan. Di antaranya berupa menhir, sarkofagus, dolmen, dan batu kenong.  Sejumlah koleksi peninggalan megalitikum tersimpan di Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) Desa Pekauman, Grujugan.

“Memang ada peninggalan yang belum terdata. Kendalanya, sejumlah peninggalan berada di lokasi yang sulit dijangkau, misal di lereng gunung. Pendataan bakal dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebagai upaya pelestarian, edukasi informasi kepada publik, dan menilik tingkat kerusakan cagar budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur terus melakukan pendataan cagar budaya.

Hal itu dibenarkan oleh Heri Kusdaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso. Heri mengatakan, proses pendataan bakal dilakukan hingga 13 hari ke depan.

Pendataan dilakukan di lokasi cagar budaya. Antara lain Kecamatan Grujugan, Prajekan, Curahdami, dan Klabang.  “Pendataan tahun ini sebagai tindak lanjut kegiatan pendataan yang dilakukan pada 1983, 1991, dan 2004. Pendataan dilakukan hingga menghasilkan data konkret,” katanya.

Heri mengungkapkan, cagar budaya di Bondowoso didominasi peninggalan era megalitikum. Total jumlahnya ada 1400 peninggalan. Di antaranya berupa menhir, sarkofagus, dolmen, dan batu kenong.  Sejumlah koleksi peninggalan megalitikum tersimpan di Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) Desa Pekauman, Grujugan.

“Memang ada peninggalan yang belum terdata. Kendalanya, sejumlah peninggalan berada di lokasi yang sulit dijangkau, misal di lereng gunung. Pendataan bakal dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/