alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Jaga Prasejarah, Batu Megalitikum Dipindahkan ke PIMB

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Batu megalitikum yang berada di Desa Suco, Kecamatan Maesan, dipindah ke Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB), beberapa waktu lalu. Pemindahan batu prasejarah itu dibenarkan oleh Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso Hery Kusdaryanto.

Menurut Hery, batu yang berukuran 80 sentimeter dengan lingkar 60 sentimeter itu memiliki keunikan tersendiri. Yakni merupakan batu berjenis kenong dan memiliki lumping. “Karena unik dan rawan hilang, akhirnya kami memutuskan untuk memindahkan ke PIMB. Letak batu itu sebelumnya berada di persawahan pinggir jalan,” kata Hery.

Batu tersebut memang menjadi temuan tim sejarah dan kepurbakalaan. “Batu itu sudah jadi temuan tim dan sudah kami catat regristrasinya,” lanjut Hery kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketika ditanya fungsi batu tersebut pada zaman prasejarah, Hery belum bisa menjelaskan detail. Sebab, hal itu memerlukan penelitian lebih lanjut. “Kalau dalam zaman megalitikum, diduga batu itu memiliki dua fungsi. Tapi, kami belum tahu pastinya,” imbuhnya.

Hery menambahkan, batu kenong sendiri dibuat pada zaman megalitikum dengan banyak versi. Yakni salah satunya melambangkan kesuburan seorang perempuan. “Sekarang batu itu sudah berada di PIMB. Nantinya bisa menjadi sarana edukasi juga,” kata Hery.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Batu megalitikum yang berada di Desa Suco, Kecamatan Maesan, dipindah ke Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB), beberapa waktu lalu. Pemindahan batu prasejarah itu dibenarkan oleh Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso Hery Kusdaryanto.

Menurut Hery, batu yang berukuran 80 sentimeter dengan lingkar 60 sentimeter itu memiliki keunikan tersendiri. Yakni merupakan batu berjenis kenong dan memiliki lumping. “Karena unik dan rawan hilang, akhirnya kami memutuskan untuk memindahkan ke PIMB. Letak batu itu sebelumnya berada di persawahan pinggir jalan,” kata Hery.

Batu tersebut memang menjadi temuan tim sejarah dan kepurbakalaan. “Batu itu sudah jadi temuan tim dan sudah kami catat regristrasinya,” lanjut Hery kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Ketika ditanya fungsi batu tersebut pada zaman prasejarah, Hery belum bisa menjelaskan detail. Sebab, hal itu memerlukan penelitian lebih lanjut. “Kalau dalam zaman megalitikum, diduga batu itu memiliki dua fungsi. Tapi, kami belum tahu pastinya,” imbuhnya.

Hery menambahkan, batu kenong sendiri dibuat pada zaman megalitikum dengan banyak versi. Yakni salah satunya melambangkan kesuburan seorang perempuan. “Sekarang batu itu sudah berada di PIMB. Nantinya bisa menjadi sarana edukasi juga,” kata Hery.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Batu megalitikum yang berada di Desa Suco, Kecamatan Maesan, dipindah ke Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB), beberapa waktu lalu. Pemindahan batu prasejarah itu dibenarkan oleh Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso Hery Kusdaryanto.

Menurut Hery, batu yang berukuran 80 sentimeter dengan lingkar 60 sentimeter itu memiliki keunikan tersendiri. Yakni merupakan batu berjenis kenong dan memiliki lumping. “Karena unik dan rawan hilang, akhirnya kami memutuskan untuk memindahkan ke PIMB. Letak batu itu sebelumnya berada di persawahan pinggir jalan,” kata Hery.

Batu tersebut memang menjadi temuan tim sejarah dan kepurbakalaan. “Batu itu sudah jadi temuan tim dan sudah kami catat regristrasinya,” lanjut Hery kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Ketika ditanya fungsi batu tersebut pada zaman prasejarah, Hery belum bisa menjelaskan detail. Sebab, hal itu memerlukan penelitian lebih lanjut. “Kalau dalam zaman megalitikum, diduga batu itu memiliki dua fungsi. Tapi, kami belum tahu pastinya,” imbuhnya.

Hery menambahkan, batu kenong sendiri dibuat pada zaman megalitikum dengan banyak versi. Yakni salah satunya melambangkan kesuburan seorang perempuan. “Sekarang batu itu sudah berada di PIMB. Nantinya bisa menjadi sarana edukasi juga,” kata Hery.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/