Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ibu Hamil Jangan Ragu Untuk Vaksin, Ini Alasannya

Safitri • Kamis, 2 September 2021 | 16:21 WIB
SUDAH BISA: Ketika mendapatkan vaksin dari tenaga kesehatan setempat.
SUDAH BISA: Ketika mendapatkan vaksin dari tenaga kesehatan setempat.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID - Ribuan ibu hamil (bumil) di Kabupaten Bondowoso juga sudah bisa mendapatkan vaksin Covid-19. Hal tersebut terlihat dalam pencanangan vaksin Covid-19 untuk ibu hamil, di pendapa bupati, Rabu (01/9) pagi. Sebanyak 16 ibu hamil yang berada di sekitar wilayah kota dihadirkan langsung. Mereka mendapatkan vaksin jenis Sinovac di tempat itu.

Sejumlah pihak turut hadir dalam acara tersebut. Mulai dari Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB), beberapa direktur rumah sakit, dan tenaga kesehatan (nakes) di wilayah Bondowoso.

Siti Maimunah Salwa Arifin, Ketua TP PKK Bondowoso, menyampaikan, masa kehamilan merupakan sebuah proses yang memerlukan perhatian khusus. Di antaranya memperhatikan asupan gizi yang baik dan seimbang, perawatan secara rutin, serta membutuhkan imunitas yang baik. "Kesehatan ibu hamil sangat perlu diperhatikan. Apalagi di tengah pandemi," tegasnya.

Menurutnya, bumil memang memiliki imunitas tubuh rendah. Sehingga lebih rentan terhadap penyakit atau infeksi. Karena hal itu, maka Covid-19 dapat menginfeksi kapan pun. Walaupun secara umum gejala yang dialaminya akan sama dengan pengidap lainnya,  mereka yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan, biasanya akan mengalami gejala yang lebih parah. Jika demikian, maka bisa mengarah pada risiko kematian.

Selain itu, ia juga menambahkan, jumlah kasus kematian ibu hamil, menyusui, atau nifas yang disebabkan oleh Covid-19 di Bondowoso terbilang tinggi. Ada 36 kasus kematian selama 2021. Ironisnya, dari jumlah tersebut, 27 di antaranya akibat Covid-19.

Oleh sebab itu, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada ibu hamil, menurutnya, salah satu upayanya adalah memberikan vaksin kepada mereka. “Tentunya dengan beberapa syarat yang tertuang dalam surat edaran Kemenkes (Kementerian Kesehatan, red),” jelasnya.

Dia juga menegaskan, para ibu hamil tidak perlu ragu dan khawatir untuk divaksin. "Sudah terbukti aman dan efektif untuk menurunkan angka kematian Covid-19 pada ibu hamil," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bondowoso dr Mohammad Imron menjelaskan, para ibu hamil yang meninggal bukan disebabkan oleh Covid-19 saja. Ada yang memang memiliki penyakit komorbid kemudian terpapar Covid-19.

Dia kemudian menjelaskan, vaksinasi merupakan salah satu cara untuk memacu kekebalan tubuh manusia. Sehingga diharapkan dapat mencegah dari terpapar Covid-19. "Tapi, kalau tidak disiplin protokol kesehatan juga mungkin tertular," katanya.

Meskipun demikian, menurutnya, berdasarkan data yang ia terima, mereka yang banyak terkonfirmasi adalah yang belum mendapatkan vaksin. Hal itulah yang membuat ibu hamil juga menjadi sasaran vaksinasi. Sehingga diharapkan akan segera terbentuk kekebalan komunal atau herd immunity. "Minimal 70 persen dari seluruh penduduk Bondowoso sudah terimunisasi," jelasnya.

Dikonfirmasi terkait jenis vaksin yang diberikan pada ibu hamil, dijelaskannya, berdasarkan rekomendasi dari Kemenkes, jenis vaksin yang diberikan di antaranya Sinovac, Sinopham, Moderna, dan lainnya. "Tapi, dari spesialis kandungan, Astra Zeneca itu juga boleh," bebernya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri
#Bondowoso