alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Kuota Pupuk di Bondowoso Turun Signifikan, Ini Alasannya

Program Kampung Ternak Diharapkan Jadi Solusi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) menyambut baik Program Kampung Ternak Makmur di Desa Trebungan, Kecamatan Taman Krocok. Program tersebut diinisiasi oleh Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember Kampus Bondowoso.

Program itu diharapkan dapat menjadi solusi kekurangan pupuk yang menjadi masalah klasik pertanian di Bondowoso. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dispertan Bondowoso Hendri Widotono, saat memberikan sambutan pada sosialisasi program itu, kemarin (31/8).

Menurutnya, tahun ini kuota pupuk bersubsidi untuk Bondowoso mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan, hanya mendapatkan 20 ribu ton. Padahal, tahun sebelumnya mendapatkan 38 ribu ton. Oleh sebab itu, pihaknya menaruh harapan pada program yang mengajarkan warga membuat pupuk organik dari limbah ternak itu. “Harapannya, ketergantungan petani akan pupuk kimia bisa dikurangi. Apalagi dari hasil penelitian kami, kondisi unsur hara pada tanah di Bondowoso rata-rata tinggal dua persen saja dari yang awalnya mencapai 5 persen,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskan, pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik berpeluang dikembangkan. Mengingat, Bondowoso dikenal sebagai penyangga produksi ternak di Jawa Timur. “Kami berharap ada transfer ilmu pengetahuan dan teknologi bagi peternak dan petani. Bicara inovasi, maka dunia perguruan tinggi menjadi ujung tombaknya,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya berharap program itu bisa mendukung program pertanian presisi yang sedang dikembangkan oleh Dispertan Bondowoso. “Terakhir, semoga program ini menarik minat anak muda Bondowoso agar mau menjadi peternak dan petani yang potensinya luar biasa,” imbuhnya.

Ketua Program Kampung Ternak Makmur Ana Maria Qibtia menyampaikan, pihaknya memilih Desa Trebungan sebagai lokasi program setelah mengadakan identifikasi potensi wilayah. “Kami melihat hampir semua penduduk Desa Trebungan punya ternak, apakah itu sapi, kambing, maupun ayam. Selama ini, limbahnya belum dimanfaatkan, padahal jumlahnya sangat banyak. Jika dibiarkan, maka akan mencemari lingkungan,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) menyambut baik Program Kampung Ternak Makmur di Desa Trebungan, Kecamatan Taman Krocok. Program tersebut diinisiasi oleh Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember Kampus Bondowoso.

Program itu diharapkan dapat menjadi solusi kekurangan pupuk yang menjadi masalah klasik pertanian di Bondowoso. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dispertan Bondowoso Hendri Widotono, saat memberikan sambutan pada sosialisasi program itu, kemarin (31/8).

Menurutnya, tahun ini kuota pupuk bersubsidi untuk Bondowoso mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan, hanya mendapatkan 20 ribu ton. Padahal, tahun sebelumnya mendapatkan 38 ribu ton. Oleh sebab itu, pihaknya menaruh harapan pada program yang mengajarkan warga membuat pupuk organik dari limbah ternak itu. “Harapannya, ketergantungan petani akan pupuk kimia bisa dikurangi. Apalagi dari hasil penelitian kami, kondisi unsur hara pada tanah di Bondowoso rata-rata tinggal dua persen saja dari yang awalnya mencapai 5 persen,” ujarnya.

Dijelaskan, pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik berpeluang dikembangkan. Mengingat, Bondowoso dikenal sebagai penyangga produksi ternak di Jawa Timur. “Kami berharap ada transfer ilmu pengetahuan dan teknologi bagi peternak dan petani. Bicara inovasi, maka dunia perguruan tinggi menjadi ujung tombaknya,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya berharap program itu bisa mendukung program pertanian presisi yang sedang dikembangkan oleh Dispertan Bondowoso. “Terakhir, semoga program ini menarik minat anak muda Bondowoso agar mau menjadi peternak dan petani yang potensinya luar biasa,” imbuhnya.

Ketua Program Kampung Ternak Makmur Ana Maria Qibtia menyampaikan, pihaknya memilih Desa Trebungan sebagai lokasi program setelah mengadakan identifikasi potensi wilayah. “Kami melihat hampir semua penduduk Desa Trebungan punya ternak, apakah itu sapi, kambing, maupun ayam. Selama ini, limbahnya belum dimanfaatkan, padahal jumlahnya sangat banyak. Jika dibiarkan, maka akan mencemari lingkungan,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) menyambut baik Program Kampung Ternak Makmur di Desa Trebungan, Kecamatan Taman Krocok. Program tersebut diinisiasi oleh Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember Kampus Bondowoso.

Program itu diharapkan dapat menjadi solusi kekurangan pupuk yang menjadi masalah klasik pertanian di Bondowoso. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dispertan Bondowoso Hendri Widotono, saat memberikan sambutan pada sosialisasi program itu, kemarin (31/8).

Menurutnya, tahun ini kuota pupuk bersubsidi untuk Bondowoso mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan, hanya mendapatkan 20 ribu ton. Padahal, tahun sebelumnya mendapatkan 38 ribu ton. Oleh sebab itu, pihaknya menaruh harapan pada program yang mengajarkan warga membuat pupuk organik dari limbah ternak itu. “Harapannya, ketergantungan petani akan pupuk kimia bisa dikurangi. Apalagi dari hasil penelitian kami, kondisi unsur hara pada tanah di Bondowoso rata-rata tinggal dua persen saja dari yang awalnya mencapai 5 persen,” ujarnya.

Dijelaskan, pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik berpeluang dikembangkan. Mengingat, Bondowoso dikenal sebagai penyangga produksi ternak di Jawa Timur. “Kami berharap ada transfer ilmu pengetahuan dan teknologi bagi peternak dan petani. Bicara inovasi, maka dunia perguruan tinggi menjadi ujung tombaknya,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya berharap program itu bisa mendukung program pertanian presisi yang sedang dikembangkan oleh Dispertan Bondowoso. “Terakhir, semoga program ini menarik minat anak muda Bondowoso agar mau menjadi peternak dan petani yang potensinya luar biasa,” imbuhnya.

Ketua Program Kampung Ternak Makmur Ana Maria Qibtia menyampaikan, pihaknya memilih Desa Trebungan sebagai lokasi program setelah mengadakan identifikasi potensi wilayah. “Kami melihat hampir semua penduduk Desa Trebungan punya ternak, apakah itu sapi, kambing, maupun ayam. Selama ini, limbahnya belum dimanfaatkan, padahal jumlahnya sangat banyak. Jika dibiarkan, maka akan mencemari lingkungan,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/