alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Gizi Seimbang Cegah Kenaikan Harga Bahan Pokok Tertentu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat dengan naiknya harga bawang putih pada awal pandemi Covid-19? Bahkan, harganya mencapai Rp 55 ribu per kilogram. Terlebih, salah satu bahan yang masuk dalam data bahan pokok penting (bapokting) itu sempat mengalami kelangkaan.

Hal itu ditengarai karena banyak faktor. Di antaranya, tingginya daya jual lantaran dipercaya sebagai salah satu olahan yang mampu menangkal virus Covid-19. sekaligus minimnya jumlah produksi karena terkendala cuaca.

Baru-baru ini, ada pula edukasi kesehatan yang tersebar di jagat maya terkait dengan khasiat beberapa bahan pokok. Yakni, terkait dengan makanan pendorong kerja vaksin. Seperti kita ketahui, vaksinasi menjadi salah satu pembahasan yang masih hangat hingga saat ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Memiliki salah seorang keluarga penyintas Covid-19 menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Aris Fandi Fathoni. Salah seorang warga Kecamatan Ambulu itu mengaku trauma meski tak terdampak secara langsung. Salah satu antisipasinya adalah dengan edukasi kesehatan terkait dengan Covid-19.

Pada salah satu media, pria yang berusia 24 tahun itu menerangkan bahwa seseorang yang sudah divaksin bisa memakan makanan yang mengandung vitamin A, protein, vitamin E, dan zinc untuk memaksimalkan kerja vaksin. Jadi, bisa digunakan salah seorang keluarganya yang menjadi mantan pasien Covid-19 untuk mempertebal antibodinya. “Makanan yang mengandung vitamin A seperti wortel, brokoli, ubi jalar, bayam, paprika, dan telur,” paparnya.

Sementara, untuk makanan yang mengandung protein, ada makanan laut, kacang-kacangan, serta biji-bijian tidak berwarna. Lalu, mengandung vitamin C seperti pepaya, stroberi, jeruk, tomat, jambu biji, dan kiwi. “Kalau yang mengandung zinc, terdapat pada daging sapi, hati ayam, dan keju,” lanjutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat dengan naiknya harga bawang putih pada awal pandemi Covid-19? Bahkan, harganya mencapai Rp 55 ribu per kilogram. Terlebih, salah satu bahan yang masuk dalam data bahan pokok penting (bapokting) itu sempat mengalami kelangkaan.

Hal itu ditengarai karena banyak faktor. Di antaranya, tingginya daya jual lantaran dipercaya sebagai salah satu olahan yang mampu menangkal virus Covid-19. sekaligus minimnya jumlah produksi karena terkendala cuaca.

Baru-baru ini, ada pula edukasi kesehatan yang tersebar di jagat maya terkait dengan khasiat beberapa bahan pokok. Yakni, terkait dengan makanan pendorong kerja vaksin. Seperti kita ketahui, vaksinasi menjadi salah satu pembahasan yang masih hangat hingga saat ini.

Memiliki salah seorang keluarga penyintas Covid-19 menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Aris Fandi Fathoni. Salah seorang warga Kecamatan Ambulu itu mengaku trauma meski tak terdampak secara langsung. Salah satu antisipasinya adalah dengan edukasi kesehatan terkait dengan Covid-19.

Pada salah satu media, pria yang berusia 24 tahun itu menerangkan bahwa seseorang yang sudah divaksin bisa memakan makanan yang mengandung vitamin A, protein, vitamin E, dan zinc untuk memaksimalkan kerja vaksin. Jadi, bisa digunakan salah seorang keluarganya yang menjadi mantan pasien Covid-19 untuk mempertebal antibodinya. “Makanan yang mengandung vitamin A seperti wortel, brokoli, ubi jalar, bayam, paprika, dan telur,” paparnya.

Sementara, untuk makanan yang mengandung protein, ada makanan laut, kacang-kacangan, serta biji-bijian tidak berwarna. Lalu, mengandung vitamin C seperti pepaya, stroberi, jeruk, tomat, jambu biji, dan kiwi. “Kalau yang mengandung zinc, terdapat pada daging sapi, hati ayam, dan keju,” lanjutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat dengan naiknya harga bawang putih pada awal pandemi Covid-19? Bahkan, harganya mencapai Rp 55 ribu per kilogram. Terlebih, salah satu bahan yang masuk dalam data bahan pokok penting (bapokting) itu sempat mengalami kelangkaan.

Hal itu ditengarai karena banyak faktor. Di antaranya, tingginya daya jual lantaran dipercaya sebagai salah satu olahan yang mampu menangkal virus Covid-19. sekaligus minimnya jumlah produksi karena terkendala cuaca.

Baru-baru ini, ada pula edukasi kesehatan yang tersebar di jagat maya terkait dengan khasiat beberapa bahan pokok. Yakni, terkait dengan makanan pendorong kerja vaksin. Seperti kita ketahui, vaksinasi menjadi salah satu pembahasan yang masih hangat hingga saat ini.

Memiliki salah seorang keluarga penyintas Covid-19 menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Aris Fandi Fathoni. Salah seorang warga Kecamatan Ambulu itu mengaku trauma meski tak terdampak secara langsung. Salah satu antisipasinya adalah dengan edukasi kesehatan terkait dengan Covid-19.

Pada salah satu media, pria yang berusia 24 tahun itu menerangkan bahwa seseorang yang sudah divaksin bisa memakan makanan yang mengandung vitamin A, protein, vitamin E, dan zinc untuk memaksimalkan kerja vaksin. Jadi, bisa digunakan salah seorang keluarganya yang menjadi mantan pasien Covid-19 untuk mempertebal antibodinya. “Makanan yang mengandung vitamin A seperti wortel, brokoli, ubi jalar, bayam, paprika, dan telur,” paparnya.

Sementara, untuk makanan yang mengandung protein, ada makanan laut, kacang-kacangan, serta biji-bijian tidak berwarna. Lalu, mengandung vitamin C seperti pepaya, stroberi, jeruk, tomat, jambu biji, dan kiwi. “Kalau yang mengandung zinc, terdapat pada daging sapi, hati ayam, dan keju,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/