alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Sebaiknya Tunda Kehamilan Selama Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Awal pandemi, pemerintah khawatir jumlah ibu hamil (bumil) di Indonesia meningkat. Sebab, masyarakat dianjurkan untuk tetap di dalam rumah. Sehingga memunculkan fenomena baby boom di Indonesia. Namun, seiring waktu, kekhawatiran lain justru muncul. Bumil sangat rentan terpapar korona.

Oleh sebab itu, selama pandemi, bumil harus selalu memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Namun, sebaiknya program kehamilan ditunda. Meski demikian, kehamilan atau reproduksi adalah hak setiap manusia. Baik keluarga atau pemerintah tidak bisa melarang mereka yang ingin hamil. Mereka hanya bisa mengimbau agar menunda kehamilan.

“Di awal pandemi dulu, kepala BKKBN pernah mengatakan bahwa yang ditakutkan di masa pandemi ini adalah baby boom. Nah, sarannya adalah menunda masa kehamilan di masa pandemi. Tidak terkecuali saat ini juga. Sebaiknya memang ibu-ibu yang berkeluarga untuk menunda dulu. Karena kehamilan saat pandemi memiliki risiko yang besar,” kata Rosyidah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP) Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menilai, penundaan kehamilan tersebut sangat tepat. Sebab, virus tersebut baru. Tidak banyak jurnal yang menyebut dan meneliti itu. Selain itu, bukti bumil terpapar korona juga sangat banyak. Bahkan, virus tersebut merenggut nyawa bumil sekaligus anak di dalam kandungannya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Awal pandemi, pemerintah khawatir jumlah ibu hamil (bumil) di Indonesia meningkat. Sebab, masyarakat dianjurkan untuk tetap di dalam rumah. Sehingga memunculkan fenomena baby boom di Indonesia. Namun, seiring waktu, kekhawatiran lain justru muncul. Bumil sangat rentan terpapar korona.

Oleh sebab itu, selama pandemi, bumil harus selalu memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Namun, sebaiknya program kehamilan ditunda. Meski demikian, kehamilan atau reproduksi adalah hak setiap manusia. Baik keluarga atau pemerintah tidak bisa melarang mereka yang ingin hamil. Mereka hanya bisa mengimbau agar menunda kehamilan.

“Di awal pandemi dulu, kepala BKKBN pernah mengatakan bahwa yang ditakutkan di masa pandemi ini adalah baby boom. Nah, sarannya adalah menunda masa kehamilan di masa pandemi. Tidak terkecuali saat ini juga. Sebaiknya memang ibu-ibu yang berkeluarga untuk menunda dulu. Karena kehamilan saat pandemi memiliki risiko yang besar,” kata Rosyidah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP) Lumajang.

Dia menilai, penundaan kehamilan tersebut sangat tepat. Sebab, virus tersebut baru. Tidak banyak jurnal yang menyebut dan meneliti itu. Selain itu, bukti bumil terpapar korona juga sangat banyak. Bahkan, virus tersebut merenggut nyawa bumil sekaligus anak di dalam kandungannya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Awal pandemi, pemerintah khawatir jumlah ibu hamil (bumil) di Indonesia meningkat. Sebab, masyarakat dianjurkan untuk tetap di dalam rumah. Sehingga memunculkan fenomena baby boom di Indonesia. Namun, seiring waktu, kekhawatiran lain justru muncul. Bumil sangat rentan terpapar korona.

Oleh sebab itu, selama pandemi, bumil harus selalu memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Namun, sebaiknya program kehamilan ditunda. Meski demikian, kehamilan atau reproduksi adalah hak setiap manusia. Baik keluarga atau pemerintah tidak bisa melarang mereka yang ingin hamil. Mereka hanya bisa mengimbau agar menunda kehamilan.

“Di awal pandemi dulu, kepala BKKBN pernah mengatakan bahwa yang ditakutkan di masa pandemi ini adalah baby boom. Nah, sarannya adalah menunda masa kehamilan di masa pandemi. Tidak terkecuali saat ini juga. Sebaiknya memang ibu-ibu yang berkeluarga untuk menunda dulu. Karena kehamilan saat pandemi memiliki risiko yang besar,” kata Rosyidah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP) Lumajang.

Dia menilai, penundaan kehamilan tersebut sangat tepat. Sebab, virus tersebut baru. Tidak banyak jurnal yang menyebut dan meneliti itu. Selain itu, bukti bumil terpapar korona juga sangat banyak. Bahkan, virus tersebut merenggut nyawa bumil sekaligus anak di dalam kandungannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/