Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Akademi MIFA Bondowoso Ingin Tumbuhkan Sepak Bola Usia Dini

Safitri • Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:31 WIB
YOUNG GUNS: Muhammad Imron ketika memberikan instruksi kepada anak asuhnya di pinggir lapangan. Pelatih muda asal Bondowoso ini ingin memajukan sepak bola usia dini.
YOUNG GUNS: Muhammad Imron ketika memberikan instruksi kepada anak asuhnya di pinggir lapangan. Pelatih muda asal Bondowoso ini ingin memajukan sepak bola usia dini.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Semangatnya untuk memajukan sepak bola usia dini di Bondowoso memang harus diacungi jempol. Dia tak lelah dan terus berusaha untuk memberikan program sepak bola usia dini di grass root kepada para talenta belia Bondowoso.

Ya, dia adalah Muhammad Imron, pendiri akademi MIFA Bondowoso. Salah satu akademi sepak bola junior di Bondowoso. Akademi tersebut berdiri tahun 2019 silam. Latihan rutinnya di Stadion Magenda. Para pemain junior mendapatkan program latihan yang sesuai. Yakni program latihan berdasarkan kurikulum nasional, yaitu Filanesia, dan berdasarkan periodisasi yang tepat, guna mengembangkan para pemainnya.

Pria kelahiran 1993 ini sudah pernah mencicipi menjadi pelatih di tim junior akademi Bali United, salah satu klub kontestan Liga 1. Kini, dirinya juga ingin fokus membina pemain muda Bondowoso untuk dapat menelurkan pemain berkualitas. Apalagi dengan label putra daerah.

Pembinaan sepak bola usia muda di Bondowoso, menurutnya, sudah berjalan. Namun, tetap harus ada yang diperbaiki. “Seperti harus memberikan program pelatihan yang benar dan pedoman ke kurikulum SSB/Akademi. Dan pastinya memperbanyak kompetisi dan turnamen yang berjenjang dan berkelanjutan,” kata pria asli Kelurahan/Kecamatan Curahdami ini.

Selain itu, dia mengatakan, Bondowoso harus memperbanyak pelatih yang berlisensi. “Agar nantinya bisa memberikan atau memperbaiki kualitas pemain atau bibit-bibit anak-anak Bondowoso sendiri,” imbuhnya.

Di sisi lain, harapannya pada pembinaan pemain muda secara nasional kepada PSSI adalah dengan kembalinya sebuah kompetisi yang ketat. Khususnya bagi para pemain muda. “Semoga sepak bola berjalan lagi dengan lancar. Sebab, tanpa sepak bola membuat kita seperti kehilangan sesuatu di dalam kehidupan ini,” tuturnya.

Dia juga berharap PSSI dapat segera memutar roda kompetisi yang sesuai anjuran pemerintah. Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Safitri
#Sepak Bola #Bondowoso