Menag Tepis Hoaks, Rektor UIN KHAS Jember Ingatkan Literasi Digital dan Budaya Tabayyun


Radar Jember - Kementerian Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan berbagai informasi yang beredar di media sosial dan menyeret nama dirinya maupun Kementerian Agama merupakan hoaks.
Ia menyebut sejumlah narasi yang ramai dibagikan tidak sesuai fakta dan telah dipelintir dari konteks sebenarnya.
Pernyataan itu disampaikan menyusul maraknya potongan video serta konten digital bernada negatif yang beredar luas di berbagai platform media sosial.
Baca Juga: Rektor Titip Doa untuk Kemajuan Kampus, UIN KHAS Jember Gelar Pelepasan CJH dengan Khidmat
Menurut Nasaruddin, sebagian konten sengaja dibangun dengan framing tertentu sehingga memunculkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Beberapa isu yang ramai diperbincangkan antara lain tudingan soal pengumpulan dana hingga seribu triliun rupiah, kabar pelarangan penyembelihan hewan kurban, hingga isu pengelolaan kas masjid oleh pemerintah.
Bahkan, muncul pula narasi lain yang mengaitkan Kementerian Agama dengan dukungan terhadap tindakan yang dinilai bertentangan dengan nilai agama dan kemanusiaan.
Nasaruddin memastikan seluruh informasi tersebut tidak benar. Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi di ruang digital. “Semua informasi itu adalah hoaks dan disinformasi yang tidak sesuai dengan fakta,” ujarnya.
Menurut dia, derasnya arus informasi di media sosial membuat masyarakat harus semakin cermat memilah informasi.
Terlebih, tidak sedikit potongan video maupun kutipan yang disebarluaskan tanpa penjelasan utuh sehingga rawan menimbulkan kesalahpahaman.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga ruang digital tetap sehat dengan mengedepankan etika serta tanggung jawab bersama.



