alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Perkara Mantan Sekda Bondowoso di PTUN Masih Berlanjut

Bakal Hadirkan Saksi Fakta

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Syaifullah, masih bergulir di meja hijau. Karena gugatan yang dia layangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya belum mendapatkan putusan.

Dihubungi, kemarin (11/8), Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso Firman Siregar membenarkan bahwa perkara itu masih berlanjut. “Sekarang ini masih dalam agenda saksi-saksi dari pihak penggugat,” ungkap Firman kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Catatan dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Surabaya, agenda selanjutnya, tanggal 18 Agustus nanti, adalah tambahan bukti surat dari para pihak. Serta mendengarkan keterangan saksi fakta dari penggugat dan saksi tergugat satu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, dihubungi terpisah, Haryanto, salah satu tim penasihat hukum Syaifullah, menuturkan, kini proses sidang masih dalam pemeriksaan saksi-saksi. “Saksi dari tergugat dan penggugat. Yakni saksi fakta. Karena untuk saksi ahli sudah didatangkan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pihak tergugat masih berjanji akan mendatangkan saksi fakta mereka ataupun masih menunggu terlebih dahulu. “Saksi fakta kami hanya memberikan bukti-bukti tertulis dan prestasi dari klien kami selama menjadi ASN jabatan sekda,” ujarnya.

Ketika ditanya, nantinya saksi fakta yang bakal dihadirkan olehnya apakah dari kalangan ASN atau swasta, Haryanto pun belum gamblang membocorkan hal tersebut. “Ada yang dari mantan birokrat. Tapi, kalau ASN sepertinya tidak ada,” imbuh dia.

Proses sidang di PTUN Surabaya dalam perkara ini juga terkendala penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Beberapa jadwal sidang sampai harus ditunda lebih lama. “Jadwal sidang banyak yang kacau karena PPKM,” keluhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Syaifullah, masih bergulir di meja hijau. Karena gugatan yang dia layangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya belum mendapatkan putusan.

Dihubungi, kemarin (11/8), Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso Firman Siregar membenarkan bahwa perkara itu masih berlanjut. “Sekarang ini masih dalam agenda saksi-saksi dari pihak penggugat,” ungkap Firman kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Catatan dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Surabaya, agenda selanjutnya, tanggal 18 Agustus nanti, adalah tambahan bukti surat dari para pihak. Serta mendengarkan keterangan saksi fakta dari penggugat dan saksi tergugat satu.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Haryanto, salah satu tim penasihat hukum Syaifullah, menuturkan, kini proses sidang masih dalam pemeriksaan saksi-saksi. “Saksi dari tergugat dan penggugat. Yakni saksi fakta. Karena untuk saksi ahli sudah didatangkan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pihak tergugat masih berjanji akan mendatangkan saksi fakta mereka ataupun masih menunggu terlebih dahulu. “Saksi fakta kami hanya memberikan bukti-bukti tertulis dan prestasi dari klien kami selama menjadi ASN jabatan sekda,” ujarnya.

Ketika ditanya, nantinya saksi fakta yang bakal dihadirkan olehnya apakah dari kalangan ASN atau swasta, Haryanto pun belum gamblang membocorkan hal tersebut. “Ada yang dari mantan birokrat. Tapi, kalau ASN sepertinya tidak ada,” imbuh dia.

Proses sidang di PTUN Surabaya dalam perkara ini juga terkendala penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Beberapa jadwal sidang sampai harus ditunda lebih lama. “Jadwal sidang banyak yang kacau karena PPKM,” keluhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Syaifullah, masih bergulir di meja hijau. Karena gugatan yang dia layangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya belum mendapatkan putusan.

Dihubungi, kemarin (11/8), Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso Firman Siregar membenarkan bahwa perkara itu masih berlanjut. “Sekarang ini masih dalam agenda saksi-saksi dari pihak penggugat,” ungkap Firman kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Catatan dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Surabaya, agenda selanjutnya, tanggal 18 Agustus nanti, adalah tambahan bukti surat dari para pihak. Serta mendengarkan keterangan saksi fakta dari penggugat dan saksi tergugat satu.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Haryanto, salah satu tim penasihat hukum Syaifullah, menuturkan, kini proses sidang masih dalam pemeriksaan saksi-saksi. “Saksi dari tergugat dan penggugat. Yakni saksi fakta. Karena untuk saksi ahli sudah didatangkan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pihak tergugat masih berjanji akan mendatangkan saksi fakta mereka ataupun masih menunggu terlebih dahulu. “Saksi fakta kami hanya memberikan bukti-bukti tertulis dan prestasi dari klien kami selama menjadi ASN jabatan sekda,” ujarnya.

Ketika ditanya, nantinya saksi fakta yang bakal dihadirkan olehnya apakah dari kalangan ASN atau swasta, Haryanto pun belum gamblang membocorkan hal tersebut. “Ada yang dari mantan birokrat. Tapi, kalau ASN sepertinya tidak ada,” imbuh dia.

Proses sidang di PTUN Surabaya dalam perkara ini juga terkendala penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Beberapa jadwal sidang sampai harus ditunda lebih lama. “Jadwal sidang banyak yang kacau karena PPKM,” keluhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/