Bantuan yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut disalurkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim. Program itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha di tengah pandemi Covid-19.
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, alat usaha yang diterima itu bervariasi. Disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis usaha keluarga penerima manfaat (KPM). Nilai bantuan untuk masing-masing penerima Rp 2,5 juta. Bantuan mulai dari kulkas, alat penggorengan, timbangan, etalase, rombong, kompor, kasur untuk tukang pijat, dan alat usaha lainnya.
Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Usaha Ekonomi Desa DPMD Jawa Timur Kukuh Tri Sandi mengatakan, sasarannya adalah graduasi Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak lagi mendapatkan bantuan. Hingga saat ini, sudah ada 295 KPM di Bondowoso. Mereka tersebar pada sembilan desa di lima kecamatan. Adapun total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 866 juta lebih. "Karena mereka sudah lepas dari PKH, harapannya bisa lebih mandiri. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini," katanya.
Menurut dia, sebanyak 295 KPM tersebut telah melalui verifikasi oleh pendamping desa yang dilakukan secara door to door. Kalau ada yang tidak layak, yakni meninggal atau pindah tempat, maka bisa diambilkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sementara itu, untuk memastikan bantuan tersebut tidak dijual, pihaknya menggandeng pendamping desa dan PKK. Sehingga mereka bisa selalu memantau. “Kami salurkan melalui desa agar desa merasa memiliki. Setelah alat disalurkan, desa bisa memberikan pembinaan," jelasnya.
Kepala DPMD Kabupaten Bondowoso Haeriyah Yuliati menyampaikan, pelaku usaha kecil di sembilan desa di Kota Tape ini sudah mendapatkan bantuan alat melalui Jatim Puspa. "Ini bentuk kepedulian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk pemberdayaan perempuan. Penerimanya ibu-ibu yang merupakan tulang punggung keluarga," katanya.
Pihaknya berharap, bantuan melalui DPMD ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi kelangsungan perekonomian. Khususnya di tengah pandemi Covid-19 ini. "Jangan sampai dijual. Harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ibu-ibu ini orang hebat yang selama ini berjuang untuk mencari nafkah," jelasnya di depan para KPM.
Menurut dia, bantuan alat yang diberikan oleh pemerintah sesuai kebutuhan KPM. "Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir, agar usaha yang dijalankan kembali normal," tandasnya.
Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Safitri