alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Perjuangkan Hak Perempuan Lewat Jurnalisme Warga

Jurnalis Warga Jember Soroti Upaya Pencegahan dan Penanganan AKI AKB

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID- Upaya pemenuhan hak perempuan harus dilakukan dari berbagai sektor. Tak hanya dengan kampanye penyadaran dan advokasi kebijakan saja, tapi juga perlu merambah ke dunia jurnalistik. Karena lewat jalur jurnalisme itu, suara kaum perempuan bisa terdengar lebih lantang dan bisa diakses oleh khalayak.

Inilah yang menjadi konsentrasi Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember. Sebuah organisasi yang fokus pada isu-isu kesetaraan dan pemenuhan hak-hak kaum perempuan. Belakangan ini, GPP membekali pengurus dan relawannya dengan ilmu jurnalistik agar bisa menyampaikan apa yang mereka perjuangkan kepada publik. Dalam prosenya, GPP menggandeng Jawa Pos Radar Jember.

Direktur GPP Jember Sri Sulistyani mengatakan, ada beberapa tahapan yang dilakukan lembaganya untuk mencapai target tersebut. Langkah awal, pihaknya menggelar pelatihan jurnalistik terhadap para pengurus dan relawan GPP. Berikutnya, dari sekian orang yang terpilih diminta membikin karya jurnalistik dengan terjun langsung ke lapangan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hasilnya, akan dinilai oleh tim khusus lalu dipublikasikan melalui media massa. “Bersama Radar Jember, ada tiga relawan kami yang melakukan liputan ke lapangan. Isunya tentang angka kematian ibu dan bayi baru lahir (AKI AKB),” katanya.

Menurut Sulis, isu AKI AKB ini sengaja dipilih karena Jember merupakan daerah dengan tingkat kasus tertinggi di Jawa Timur. Isu itu juga berkaitan dengan hak-hak kaum perempuan yang harus mendapat perhatian pemerintah. “Baru-baru ini, relawan kami terjun ke Puskesmas Sumbersari untuk meliput tentang upaya pencegahan dan penanganan AKI AKB di kecamatan setempat,” ujarnya.

Ada tiga Jurnalis Warga Jember yang juga relawan GPP yang terlibat. Mereka adalah Suminah, Rita, dan Zaenuri. Ketiganya tak hanya melakukan wawancara kepada dokter di Puskesmas Sumbersari, tapi juga menulis hasil wawancara itu dalam bentuk laporan berita. Mereka sama-sama mengangkat isu tentang pencegahan dan penanggulanagan AKI AKB.

Rita, misalnya, jurnalis warga asal Desa Wonosari, Kecamatan Puger ini, tak hanya menyoroti tentang upaya pencegahan dan penanganan, tapi juga tantangan yang dihadapi puskesmas dalam melakukan kerja-kerja pencegahan dan penanganan itu. Karena selama masa pandemi, banyak ibu hamil yang enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Mereka takut jika pada akhirnya divonis terkena Covid-19.

“Padahal idealnya, selama masa kehamilan seorang ibu hamil itu harus memeriksakan diri minimal empat kali,” terang drg Ailin Ari Risnia, Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (PJUM) Puskesmas Sumbersari. Keterangan ini sebagaimana laporan Rita yang diterima Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID- Upaya pemenuhan hak perempuan harus dilakukan dari berbagai sektor. Tak hanya dengan kampanye penyadaran dan advokasi kebijakan saja, tapi juga perlu merambah ke dunia jurnalistik. Karena lewat jalur jurnalisme itu, suara kaum perempuan bisa terdengar lebih lantang dan bisa diakses oleh khalayak.

Inilah yang menjadi konsentrasi Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember. Sebuah organisasi yang fokus pada isu-isu kesetaraan dan pemenuhan hak-hak kaum perempuan. Belakangan ini, GPP membekali pengurus dan relawannya dengan ilmu jurnalistik agar bisa menyampaikan apa yang mereka perjuangkan kepada publik. Dalam prosenya, GPP menggandeng Jawa Pos Radar Jember.

Direktur GPP Jember Sri Sulistyani mengatakan, ada beberapa tahapan yang dilakukan lembaganya untuk mencapai target tersebut. Langkah awal, pihaknya menggelar pelatihan jurnalistik terhadap para pengurus dan relawan GPP. Berikutnya, dari sekian orang yang terpilih diminta membikin karya jurnalistik dengan terjun langsung ke lapangan.

Hasilnya, akan dinilai oleh tim khusus lalu dipublikasikan melalui media massa. “Bersama Radar Jember, ada tiga relawan kami yang melakukan liputan ke lapangan. Isunya tentang angka kematian ibu dan bayi baru lahir (AKI AKB),” katanya.

Menurut Sulis, isu AKI AKB ini sengaja dipilih karena Jember merupakan daerah dengan tingkat kasus tertinggi di Jawa Timur. Isu itu juga berkaitan dengan hak-hak kaum perempuan yang harus mendapat perhatian pemerintah. “Baru-baru ini, relawan kami terjun ke Puskesmas Sumbersari untuk meliput tentang upaya pencegahan dan penanganan AKI AKB di kecamatan setempat,” ujarnya.

Ada tiga Jurnalis Warga Jember yang juga relawan GPP yang terlibat. Mereka adalah Suminah, Rita, dan Zaenuri. Ketiganya tak hanya melakukan wawancara kepada dokter di Puskesmas Sumbersari, tapi juga menulis hasil wawancara itu dalam bentuk laporan berita. Mereka sama-sama mengangkat isu tentang pencegahan dan penanggulanagan AKI AKB.

Rita, misalnya, jurnalis warga asal Desa Wonosari, Kecamatan Puger ini, tak hanya menyoroti tentang upaya pencegahan dan penanganan, tapi juga tantangan yang dihadapi puskesmas dalam melakukan kerja-kerja pencegahan dan penanganan itu. Karena selama masa pandemi, banyak ibu hamil yang enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Mereka takut jika pada akhirnya divonis terkena Covid-19.

“Padahal idealnya, selama masa kehamilan seorang ibu hamil itu harus memeriksakan diri minimal empat kali,” terang drg Ailin Ari Risnia, Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (PJUM) Puskesmas Sumbersari. Keterangan ini sebagaimana laporan Rita yang diterima Jawa Pos Radar Jember.

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID- Upaya pemenuhan hak perempuan harus dilakukan dari berbagai sektor. Tak hanya dengan kampanye penyadaran dan advokasi kebijakan saja, tapi juga perlu merambah ke dunia jurnalistik. Karena lewat jalur jurnalisme itu, suara kaum perempuan bisa terdengar lebih lantang dan bisa diakses oleh khalayak.

Inilah yang menjadi konsentrasi Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember. Sebuah organisasi yang fokus pada isu-isu kesetaraan dan pemenuhan hak-hak kaum perempuan. Belakangan ini, GPP membekali pengurus dan relawannya dengan ilmu jurnalistik agar bisa menyampaikan apa yang mereka perjuangkan kepada publik. Dalam prosenya, GPP menggandeng Jawa Pos Radar Jember.

Direktur GPP Jember Sri Sulistyani mengatakan, ada beberapa tahapan yang dilakukan lembaganya untuk mencapai target tersebut. Langkah awal, pihaknya menggelar pelatihan jurnalistik terhadap para pengurus dan relawan GPP. Berikutnya, dari sekian orang yang terpilih diminta membikin karya jurnalistik dengan terjun langsung ke lapangan.

Hasilnya, akan dinilai oleh tim khusus lalu dipublikasikan melalui media massa. “Bersama Radar Jember, ada tiga relawan kami yang melakukan liputan ke lapangan. Isunya tentang angka kematian ibu dan bayi baru lahir (AKI AKB),” katanya.

Menurut Sulis, isu AKI AKB ini sengaja dipilih karena Jember merupakan daerah dengan tingkat kasus tertinggi di Jawa Timur. Isu itu juga berkaitan dengan hak-hak kaum perempuan yang harus mendapat perhatian pemerintah. “Baru-baru ini, relawan kami terjun ke Puskesmas Sumbersari untuk meliput tentang upaya pencegahan dan penanganan AKI AKB di kecamatan setempat,” ujarnya.

Ada tiga Jurnalis Warga Jember yang juga relawan GPP yang terlibat. Mereka adalah Suminah, Rita, dan Zaenuri. Ketiganya tak hanya melakukan wawancara kepada dokter di Puskesmas Sumbersari, tapi juga menulis hasil wawancara itu dalam bentuk laporan berita. Mereka sama-sama mengangkat isu tentang pencegahan dan penanggulanagan AKI AKB.

Rita, misalnya, jurnalis warga asal Desa Wonosari, Kecamatan Puger ini, tak hanya menyoroti tentang upaya pencegahan dan penanganan, tapi juga tantangan yang dihadapi puskesmas dalam melakukan kerja-kerja pencegahan dan penanganan itu. Karena selama masa pandemi, banyak ibu hamil yang enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Mereka takut jika pada akhirnya divonis terkena Covid-19.

“Padahal idealnya, selama masa kehamilan seorang ibu hamil itu harus memeriksakan diri minimal empat kali,” terang drg Ailin Ari Risnia, Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (PJUM) Puskesmas Sumbersari. Keterangan ini sebagaimana laporan Rita yang diterima Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/