alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Tape Manis ya Bendebesah

Produksi Menurun Kala Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tape manis masih menjadi oleh-oleh khas Bondowoso. Puluhan kuintal tape setiap harinya diproduksi oleh produsen tape. Terbanyak ada di Binakal.

Namun, saat pandemi, ternyata sempat terkena imbas. Namun, soal kualitas, produsen terus menjaga rasa manis tape khas Bondowoso tersebut.

Akibat pandemi Covid-19, tidak jarang para pelaku usaha ini harus mengurangi jumlah produksi mereka setiap harinya. Tossan, 43, misalnya, produsen tape asal Binakal, merasakan betul dampak pandemi. Walau begitu, tape tetap bisa menjadi penghasilan utama keluarga ini. “Sehari saya memproduksi tiga kuintal. Padahal sebelumnya sampai delapan kuintal,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tape itu dijual di Pasar Tenggarang dan pasar lain sekitar Bondowoso. Menurutnya, menurunnya daya beli karena pandemi Covid-19 menjadi hal yang lumrah. Pihaknya tidak sendirian. Terpenting adalah menjaga kualitas tape agar tetap manis dan tetap berkualitas.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tape manis masih menjadi oleh-oleh khas Bondowoso. Puluhan kuintal tape setiap harinya diproduksi oleh produsen tape. Terbanyak ada di Binakal.

Namun, saat pandemi, ternyata sempat terkena imbas. Namun, soal kualitas, produsen terus menjaga rasa manis tape khas Bondowoso tersebut.

Akibat pandemi Covid-19, tidak jarang para pelaku usaha ini harus mengurangi jumlah produksi mereka setiap harinya. Tossan, 43, misalnya, produsen tape asal Binakal, merasakan betul dampak pandemi. Walau begitu, tape tetap bisa menjadi penghasilan utama keluarga ini. “Sehari saya memproduksi tiga kuintal. Padahal sebelumnya sampai delapan kuintal,” jelasnya.

Tape itu dijual di Pasar Tenggarang dan pasar lain sekitar Bondowoso. Menurutnya, menurunnya daya beli karena pandemi Covid-19 menjadi hal yang lumrah. Pihaknya tidak sendirian. Terpenting adalah menjaga kualitas tape agar tetap manis dan tetap berkualitas.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tape manis masih menjadi oleh-oleh khas Bondowoso. Puluhan kuintal tape setiap harinya diproduksi oleh produsen tape. Terbanyak ada di Binakal.

Namun, saat pandemi, ternyata sempat terkena imbas. Namun, soal kualitas, produsen terus menjaga rasa manis tape khas Bondowoso tersebut.

Akibat pandemi Covid-19, tidak jarang para pelaku usaha ini harus mengurangi jumlah produksi mereka setiap harinya. Tossan, 43, misalnya, produsen tape asal Binakal, merasakan betul dampak pandemi. Walau begitu, tape tetap bisa menjadi penghasilan utama keluarga ini. “Sehari saya memproduksi tiga kuintal. Padahal sebelumnya sampai delapan kuintal,” jelasnya.

Tape itu dijual di Pasar Tenggarang dan pasar lain sekitar Bondowoso. Menurutnya, menurunnya daya beli karena pandemi Covid-19 menjadi hal yang lumrah. Pihaknya tidak sendirian. Terpenting adalah menjaga kualitas tape agar tetap manis dan tetap berkualitas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/