Radar Jember - Manchester United harus menahan ambisi untuk mendatangkan Bryan Mbeumo dari Brentford pada bursa transfer musim panas ini.
Meski sang pemain telah menyatakan ketertarikannya untuk bergabung ke Old Trafford, hingga saat ini pihak Brentford masih enggan melepas winger asal Kamerun tersebut.
Tawaran pembuka yang diajukan oleh Manchester United senilai Rp 1,2 triliun dikabarkan ditolak oleh manajemen Brentford.
Kondisi ini membuat proses negosiasi masih berlangsung alot, sementara United berharap transfer bisa segera rampung sebelum jendela transfer memasuki fase padat.
United sebelumnya sudah resmi mendatangkan Matheus Cunha dari Wolves setelah mengaktifkan klausul pelepasan sebesar Rp 1,38 triliun.
Namun, perekrutan Mbeumo dianggap sebagai langkah strategis lanjutan, terutama untuk menambah variasi serangan dari sisi sayap.
Mbeumo dikenal memiliki kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, serta kontribusi dalam menciptakan peluang. Karakteristik ini dinilai cocok dengan kebutuhan sistem yang tengah dibangun oleh pelatih Ruben Amorim.
Meskipun demikian, Brentford masih memegang kendali penuh atas masa depan sang pemain.
Manajemen klub asal London itu masih mempertimbangkan kemungkinan mempertahankan Mbeumo untuk setidaknya satu musim lagi, sembari menunggu tawaran yang dianggap layak secara finansial.
Jendela transfer musim panas akan kembali aktif secara penuh mulai Senin mendatang.
Periode pertama pada awal Juni telah ditutup usai berlangsung selama sepuluh hari, sebagai respons terhadap kebutuhan klub-klub yang akan berpartisipasi dalam Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat.
Periode kedua akan berlangsung hingga 1 September, namun akan ditutup lebih awal yakni pukul 19.00 waktu setempat.
Dengan jadwal yang semakin ketat dan waktu yang terbatas, Manchester United tidak ingin menunda proses rekrutmen lebih lama lagi.
Klub bertekad menyelesaikan perekrutan utama dalam bulan Juni agar para pemain baru bisa mengikuti sesi pramusim yang dijadwalkan dimulai pada awal Juli.
Pelatih Ruben Amorim menekankan pentingnya memanfaatkan pramusim sebagai periode transisi yang krusial.
Musim lalu, Manchester United finis di posisi 15 klasemen akhir Liga Inggris, sekaligus gagal meraih trofi apapun, termasuk di ajang Liga Europa.
Ketidakhadiran di kompetisi Eropa musim depan justru dipandang sebagai peluang strategis oleh Amorim.
Tanpa jadwal pertandingan yang padat di tengah pekan, pelatih asal Portugal itu mendapatkan waktu lebih banyak untuk mengasah taktik, meningkatkan kebugaran tim, serta membangun kedalaman skuad yang lebih terstruktur.
Amorim pernah menyebut bahwa dalam situasi sulit, latihan dua hari berturut-turut sangat berharga untuk memahami karakter tim, membentuk kebersamaan, dan meningkatkan konsistensi permainan.
Situasi seperti itu jarang terjadi musim lalu karena jadwal padat membuat waktu latihan efektif sangat terbatas.
Dengan jumlah pertandingan yang lebih sedikit di musim mendatang, Amorim berharap bisa membentuk ulang filosofi permainan klub secara menyeluruh.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya pemain-pemain baru datang lebih awal, agar bisa terintegrasi penuh dalam sistem yang akan diterapkan sejak awal musim.
Jika transfer Bryan Mbeumo akhirnya rampung dalam waktu dekat, maka ia akan menjadi bagian dari proyek jangka panjang Manchester United untuk kembali bersaing di level tertinggi.
Namun untuk saat ini, semua masih bergantung pada kelanjutan negosiasi antara Setan Merah dan Brentford.
Manchester United pun dipaksa untuk bersabar, menunggu lampu hijau dari pihak lawan negosiasi demi mewujudkan mimpi sang pemain merumput di Theatre of Dreams.
Penulis : Shafa Azzahra
Editor : M. Ainul Budi