Radar Jember - Produktivitas pertanian sangat tergantung pada ketersediaan air irigasi dan pola pembagian air irigasi. Sebagian besar pembagian air irigasi dilakukan menggunakan pintu air dari besi yang harganya mahal dan dioperasikan secara manual.
Saat ini di wilayah irigasi Kabupaten Jember banyak sekali terjadi kerusakan pintu air irigasi yang disebabkan karena faktor usia, korosi karena minimnya biaya pengecatan serta juga banyak yang hilang karena dicuri. Berkaitan dengan ini Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember sejak 2023 telah melakukan inovasi pembagian air irigasi dengan menggunakan bahan pintu air irigasi dari beton ringan.
Saat ini sudah ada sekitar 100 buah pintu air irigasi beton yang dipasang di saluran irigasi yang bekerjasama dengan HIPPA yang ada di Kecamatan Patrang, Wuluhan, Puger dan Kasiyan. Kelebihan pintu ini lebih murah, mudah dibuat oleh masyarakat, awet tidak mengalami korosi dan tidak mungkin dicuri lagi.
Sejalan dengan kemajuan teknologi dan riset yang berkelanjutan, maka pada tahun 2025 telah berhasil dirancang pintu air irigasi yang berbahan beton ringan yang dapat dioperasikan secara otomatis menggunakan HP.
Keuntungannya adalah lebih mudah dan lebih cepat. Tentunya hal ini sangat membantu dinas terkait untuk memberikan layanan irigasi terbaik untuk petani dan masyarakat. Berkat bantuan prototipe dari Kementrian DIKTISAINTEK tahun 2025 kepada Prof. Nanang dan tim, akhirnya teknologi ini sudah berhasil lolos uji kuat tekan dan uji keruntuhan di Laboratorium.
Pada Hari Jum’at 10 Oktober 2025 juga telah berhasil dilakukan uji lapangan di Wilayah Saluran Irigasi Bintoro untuk mengairi sawah lebih dari 10 Hektar yang disaksikan oleh Bapak Dandi dari Dinas PU Bina Marga SDA Kabupaten Jember beserta Bapak Pairi selaku Lurah Bintoro Kecamatan Patrang. Ternyata teknologi ini juga cukup praktis, tidak perlu ada kabel lagi dan energi listrik yang disiapkan untuk menggerakkan pintu. Semoga kedepan teknologi ini dapat diterapkan di wilayah irigasi Kabupaten Jember dan sekitarnya.
Editor : Linda Harsanti