BACA JUGA : Krisis Air Bersih, Warga Panti Jember Selesaikan Secara Swadaya & Mandiri
Air hujan memang berdampak buruk, tapi bukan pada tanamannya. Namun, berdampak buruk pada nutrisinya dan memengaruhi kadar pH. Secara tidak langsung itu mengganggu pertumbuhan tanaman.
Hidroponik akan memiliki pertumbuhan yang sangat baik jika pH airnya berada pada kisaran 6-7 pH. “Nilai keasaman air dengan kisaran 6-7 dianggap netral,” papar Aji Santoso, pembudi daya selada hidroponik.
Sementara itu, air hujan yang turun sangat memengaruhi keasaman air pada tanaman hidroponik, bisa menjadi lebih asam ataupun basah. Oleh karena itu, perlu adanya pengecekan dengan menggunakan alat khusus yang bernama pH meter.
Maka dari itu, perlu ada penanganan secara cepat dan tepat. Beberapa tips yang dilakukan Aji di antaranya menyesuaikan ulang air nutrisi dan pH yang ada di wadah atau tandon. Agar air tersebut kembali sesuai dengan target pH dan nutrisi normal yang telah ditentukan. “Meskipun sepele, tapi jika tidak segera ditangani, gejala awalnya akan mati. Dan, yang paling parah tanaman hidroponik akan mati,” urainya. (mg4/c2/bud)
Editor : Safitri