
Radar Jember — Seorang bocah laki-laki berinisial MY, 14 tahun, asal Jember, mengalami kecelakaan kerja serius yang menyebabkan kedua tangannya remuk dan nyaris putus setelah tersangkut dalam mesin pencacah sampah yang sedang beroperasi.
Insiden tragis terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (30/5).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kejadian memilukan ini terjadi saat korban tengah bekerja seperti biasa di fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Diduga, tangan korban secara tidak sengaja masuk ke dalam mesin pencacah aktif, yang langsung melukai kedua tangannya dengan sangat parah.
Setelah insiden terjadi, korban segera dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Klungkung oleh rekan kerja dan warga sekitar untuk mendapatkan pertolongan medis.
Hingga berita ini ditulis, kondisi korban masih dalam perawatan intensif dan belum diketahui secara pasti bagaimana kelanjutan penanganan medis terhadap cedera yang dideritanya.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun otoritas terkait mengenai kronologi pasti kejadian tersebut.
Pihak berwenang disebut masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan data di lokasi kejadian untuk memastikan penyebab pasti insiden.
Sementara itu, Jawa Pos Radar Jember telah mencoba menghubungi Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Jember, Suprihandoko, guna meminta konfirmasi dan klarifikasi mengenai status ketenagakerjaan korban yang masih di bawah umur. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari yang bersangkutan.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja, khususnya yang melibatkan tenaga kerja anak di sektor informal.
Diharapkan pihak berwenang segera mengambil langkah tegas guna menghindari terulangnya kejadian serupa, serta memberikan perlindungan lebih bagi anak-anak dari risiko kerja yang membahayakan keselamatan jiwa.




