Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Bahaya! Bibir Jalan Nasional Gumitir Jember KM 37 Longsor Sepanjang 20 Meter

J
Penulis: Jumai RJ❯
PERBAIKAN: Petugas memasang zak berisi pasir untuk menahan longsoran bibir jalan nasional Gumitir di KM 37, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, kemarin (3/11). Penanganan sementara dilakukan menyusul longsor sepanjang sekitar 20 meter akibat terkikis air hujan. (JUMAI/RADAR JEMBER)
PERBAIKAN: Petugas memasang zak berisi pasir untuk menahan longsoran bibir jalan nasional Gumitir di KM 37, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, kemarin (3/11). Penanganan sementara dilakukan menyusul longsor sepanjang sekitar 20 meter akibat terkikis air hujan. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Advertisement

Radar Jember – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Silo sejak Minggu (1/11) hingga Senin (2/11) pagi tidak hanya menyebabkan sejumlah sungai meluap. Dampak lainnya, bibir jalan nasional di jalur Gumitir, tepatnya KM 37, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, mengalami longsor.

Longsoran terjadi di sisi selatan jalan yang merupakan jalur penghubung Jember-Banyuwangi. Lokasinya berada di kawasan jalan menikung sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan besar dengan muatan berat.

Panjang bibir jalan yang longsor diperkirakan mencapai 20 meter. Kondisi tersebut membuat pengendara, khususnya sopir truk bermuatan berat, harus lebih waspada saat melintas.

Sementara, Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (3/11) sejumlah petugas masih melakukan perbaikan sementara tepi jalan tersebut dengan zak berisi pasir.

Tak hanya bibir jalan, sejumlah tiang fasilitas umum di sekitar lokasi juga terdampak. Di antaranya tiang penerangan jalan umum (PJU), tiang telepon, dan tiang WiFi. Beruntung, tiang-tiang tersebut masih tertahan oleh pohon durian sehingga tidak ikut roboh ke jalan.

Advertisement

Iwan, petugas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur- Bali, mengatakan penanganan sementara dilakukan dengan memasang zak berisi pasir secara bertahap. Pancang juga dipasang untuk memperkuat susunan zak agar tidak mudah ambrol.

"Untuk sementara longsoran dipasang zak berisi pasir. Selain itu, juga dipasang pancang agar tumpukan zak tidak ambrol," ujarnya.

Setelah pemasangan zak selesai, tambah dia, bagian atasnya akan ditutup menggunakan plastik. Langkah tersebut dilakukan agar air hujan tidak masuk melalui celah-celah susunan zak yang berpotensi mengganggu kekuatan penahan sementara.

Menurutnya, lokasi tersebut sebelumnya memang pernah mengalami longsor. Namun, kondisinya kali ini lebih parah akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama.

"Karena hujannya deras pada Minggu hingga Senin pagi, maka terjadi longsor. Kepada sopir dengan muatan berat dari arah Banyuwangi agar lebih berhati-hati. Longsoran berada di sisi selatan jalan dan lokasinya menikung," jelasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Siap Marathon Ngantor di Desa! Pemkab Jember Geber Puluhan Titik Bunga Desaku hingga Akhir Tahun

Siap Marathon Ngantor di Desa! Pemkab Jember Geber Puluhan Titik Bunga Desaku hingga Akhir Tahun

Bunga Desaku yang dijadwalkan bergulir hingga Desember ini menyasar sekitar 20 titik. Selain memborong aspirasi, rencana ini disebutnya untuk antisipasi gejolak harga pangan yang berpotensi mengerek inflasi.

Diikuti 1.926 Atlet, Bupati Cup Jember 2026 Resmi Bangkit Usai 8 Tahun Tertidur

Diikuti 1.926 Atlet, Bupati Cup Jember 2026 Resmi Bangkit Usai 8 Tahun Tertidur

Menurut dia, kompetisi yang konsisten dan terarah adalah kunci utama agar talenta daerah terakomodasi dan mampu melesat ke level yang lebih tinggi.

Update Longsoran Jalur Kereta Banyuwangi - Jember: Rintang Jalan Teratasi, Perka Berangsur Normal

Update Longsoran Jalur Kereta Banyuwangi - Jember: Rintang Jalan Teratasi, Perka Berangsur Normal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember bergerak cepat menangani dua gangguan jalur akibat gogosan dan longsoran yang terjadi pada Senin (2/11). Penanganan dilakukan secara intensif dengan mengutamakan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer