Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BACA JUGA : Biaya Masyair Haji Sudah Ditanggung Pemerintah
Sidang sebelumnya, sebanyak 13 saksi yang merupakan murid terdakwa memenuhi panggilan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jember. Saksi dimintai keterangan oleh majelis hakim tentang motif dari peristiwa tersebut. Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember I Gede Wiraguna Wiradarma menerangkan bahwa perkembangan kasus telah sampai pada sidang pemeriksaan terhadap terdakwa. Terdakwa, kata dia, berstatus sebagai ketua dari Perguruan Tunggal Jati yang melakukan ritual maut di Pantai Payangan tersebut. “Agenda Kamis besok, 9 Juni, adalah sidang pemeriksaan terdakwa. Dia juga selaku guru dari aliran tersebut,” katanya.
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adik Sri mengatakan, hasil sidang tersebut, saksi menerangkan bahwa terdakwa telah diperingatkan untuk tidak pergi ke Pantai Payangan. “Jadi, saksi sempat memperingatkan agar terdakwa tidak pergi ke laut, karena kondisi ombak sangat tinggi waktu itu,” kata Adik.
Beberapa saksi sebelumnya juga mengatakan bahwa telah ada beberapa papan yang bertuliskan larangan mandi di laut. Sidang Kamis besok dilaksanakan secara semidaring. Hakim, JPU, beserta saksi mengikuti sidang langsung ruang PN Jember. sementara, terdakwa mengikuti sidang dari Lapas Kelas II A Jember. (mg4/c2/dwi)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



