Di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi, Ada Tekanan Kerja yang Dihadapi Barista Asal Jember Ini

JEMBERLOR, Radar Jember - Usaha café atau coffeshop kini mulai menjamur di Jember, terutama di daerah yang berdekatan dengan kawasan kampus. Terlihat banyak sekali gerai kopi yang buka di daerah sekitar kampus ataupun yang masih dekat dengan kawasannya. Kalangan anak muda zaman sekarang yang gemar sekali minum kopi tentunya memiliki banyak pilihan café yang ingin mereka kunjungi setelah melakukan kegiatan perkuliahannya.
Tentunya dengan maraknya café-café ini Pekerjaan menjadi Barista sangat diperlukan sekali untuk menarik para pelangan dengan sajian kopinya.
Namun bekerja menjadi seorang Barista bukan hanya menyeduh dan menyajikan kopi saja, tetapi Barista juga harus memiliki kepekaan terhadap selera konsumen. Mereka dituntut untuk menebak selera kopi yang pas untuk disajikan kepada pelanggan, hal ini merupakan tantangan yang bagi Barista, terlebih lagi ketika pelanggan tidak menghabiskan kopi sajianya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di dalam pikiran Barista, mereka bertanya-tanya apakah kopi sajian mereka kurang cocok atau hanya saja pelanggan tidak ingin menghabiskan.
Selain persoalan selera pelanggan, Barista juga harus siap menghadapi tekanan ketika kondisi café sedang ramai akan pelanggan, mereka dipaksa untuk menyajikan kopi dengan cepat dengan kualitas yang sempurna. Ketika jumlah pesanan menumpuk Barista harus tetap teliti dalam meracik kopinya, kesalahan sekecil apapun dapat mempengaruhi rasa dan kualitas kopi.
Situasi juga semakin sulit ketika Barista dituntut untuk menebak selera pelanggan yang tentunya raciknya berbeda-beda dengan waktu yang sangat cepat.
Pengalaman Galang selama lima bulan bekerja sebagai Barista tentunya membuat memahami berkerja di industtri food and beverage (F&B) memiliki tantangan tersendiri. Selain di tuntut untuk professional dalam melakukan penyajian, mereka harus ramah dalam melayani pelanggan. Meskipun terkadang tingkah para pelanggan sangat menjengkelkan dan menganggu kenyamanan orang lain.
Selain perihal pelanggan, bekerja di Industri F&B dituntut untuk siap sedia setiap saat untuk terus bekerja di café, bahkan pada saat tanggal merah juga café juga masih tetap buka. Mereka harus sedia setiap saat bekerja meskipun sedang hari libur, hal ini tidak seimbang dengan gaji mereka.
Tenaga yang mereka keluarkan ketika mereka bekerja tidak diberikan upah yang setimpal dengan pengorbanan mereka. Kebanyakan Barista yang bekerja di industri F&B digaji di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember seperti yang kita ketahui UMK Jember berkisaran 3 juta rupiah per bulan.
“Jujur saja bekerja F&B di Jember ini baut saya pribadi masih kurang lah gitu, apalagi F&B di Jember masih kuranglah gitu” ujar Galang saat di wawancara (28/09/2026).



