Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biaya Masyair Haji Sudah Ditanggung Pemerintah

S
Penulis: Safitri❯
DITANGGUNG: Kenaikan biaya masyair haji untuk tahun ini masih ditanggung pemerintah. Sementara, untuk tahun berikutnya Kemenag masih belum bisa memastikan lebih lanjut.
DITANGGUNG: Kenaikan biaya masyair haji untuk tahun ini masih ditanggung pemerintah. Sementara, untuk tahun berikutnya Kemenag masih belum bisa memastikan lebih lanjut.
KEPATIHAN, Radar Jember - Biaya haji secara mendadak naik setelah Pemerintah Arab Saudi mengumumkan kenaikan biaya masyair dalam pelaksanaan haji. Namun, Kementerian Agama (Kemenag) Jember memberitahukan, meskipun naik, pemerintah sepenuhnya akan menanggung biaya kenaikan tersebut.

BACA JUGA : Sektor Wisata Blitar Kini Bangkit Lagi

Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Kemenag Jember Muhammad. Dirinya mengatakan, kebijakan kenaikan paket layanan masyair atau layanan puncak ibadah haji saat wukuf di Arafah berupa hotel dan bus, merupakan kebijakan Pemerintah Arab Saudi.

"Kita (Indonesia, Red) tidak bisa berbuat banyak dengan kebijakan tersebut," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember di kantornya, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, biaya pemberangkatan haji cukup murah. Pasalnya, calon jamaah mendapatkan subsidi dari pemerintah yang diambilkan dari dana sukuk atau dana jamaah haji yang dikelola oleh pemerintah. "Uang jamaah begitu daftar dimasukkan ke sukuk. Istilahnya uang itu dikelola," terangnya.

Dia menyebut, semisal biaya haji seluruhnya dibebankan kepada calon jamaah, maka taksiran angka bisa mencapai Rp 84 ribu. Karena ada dana optimalisasi pembagian hasil dari sukuk itu, jamaah hanya membayar sekitar Rp 37 juta. "Jadi, hampir separuh dana kami subsidi," imbuhnya.

Semisal ada calon jamaah yang gagal berangkat karena alasan tertentu, dia memberikan pilihan, antara uangnya ditarik dan tidak. Dengan pertimbangan, jika uang tersebut ditarik dan mengikuti pemberangkatan berikutnya, harus membayar lebih. "Yang melunasi pada 2020 hanya bayar Rp 37 juta, bagi yang melunasi dan diambil kembali, dan melunasi tahun berikutnya, harus bayar Rp 47 juta," timpalnya.

Muhammad mengimbau kepada calon jamaah haji yang berangkat pada tahun ini agar tidak berspekulasi macam-macam terkait dana haji ini digunakan buat pembangunan ibu kota baru (IKN) dan lain-lain. "Jamaah saya harap fokus ke ibadah hajinya," ucapnya.

Jangan sampai ada pemalsuan kartu vaksin, dan dilarang membawa sesuatu yang dilarang. "Semua persyaratan yang sudah ditetapkan harus dipenuhi," ungkapnya.

Diharapkan juga, sebelum pemberangkatan, jamaah haji harus menjaga kesehatan. Memperbanyak minum air putih, menambah suplemen, atau jamu-jamuan untuk meningkatkan imunnya. "Alhamdulillah, dari 915 jamaah di Jember dalam keadaan sehat dan dipastikan akan diberangkatkan semua," pungkasnya. (mg6/c2/bud)

Advertisement
Advertisement
Editor : Safitri

Artikel Terkait

Sowani Kiai dan Ulama, Gus Fawait Lapor Progres Pembangunan Jember

Sowani Kiai dan Ulama, Gus Fawait Lapor Progres Pembangunan Jember

Di hadapan para tokoh agama yang dipandangnya sebagai guru spiritual, ia menegaskan bahwa para kiai merupakan fondasi penentu arah kebijakan dan moral kepemimpinannya di Jember.

Respon Gus Fawait Terhadap Seruan Ulama Soal Penggunaan Sound Horeg di Jember

Respon Gus Fawait Terhadap Seruan Ulama Soal Penggunaan Sound Horeg di Jember

Sebagai langkah taktis, ia menyatakan posisinya sebagai bapak bagi seluruh warga Jember yang menuntut ada keseimbangan antara ruang ekspresi warga dan kenyamanan publik.

Pemkab Jember Genjot Kinerja OPD, Serapan Anggaran Didorong Jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pemkab Jember Genjot Kinerja OPD, Serapan Anggaran Didorong Jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Langkah itu dioptimalkan sebagai instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer