Jakarta, Radar Jember - Perusahaan Listrik Negara atau PLN menunjukkan pertumbuhan dan transformasi cukup signifikan dalam satu dekade terakhir.
Tercatat, sepanjang tahun 2024, PLN mencatatkan kinerja keuangan cukup impresif dengan pendapatan sebesar Rp 545,4 triliun.
Jumlah itu meningkat 11,9 persen dari Rp 487,38 triliun pada tahun sebelumnya (YoY).
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia, Rosan Roeslani, menyebutkan bahwa PLN telah mampu menunjukkan transformasi yang terukur.
Menurut dia, tata kelola yang kuat, dan inovasi yang konsisten dapat menjadikan perusahaan nasional di Indonesia sebagai salah satu pemain utama di ekosistem energi dunia.
“Pencapaian ini mencerminkan kapasitas global BUMN Indonesia dalam membangun model bisnis yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan,” kata dia, dalam keterangan resminya, Rabu 30 Juli 2025.
Rosan meyakinkan, Danantara Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung agenda transformasi salah satu anak BUMN ini.
“Ini demi menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan mitra global kami,” tambah dia.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut pencapaian ini merupakan buah dari transformasi menyeluruh yang telah dijalankan PLN dalam beberapa tahun terakhir.
“PLN terus berkomitmen memberikan layanan kelistrikan terbaik, termasuk yang berada di pelosok negeri. Dan torehan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia karena menandai posisi kita di pentas ekonomi regional dan global,” katanya.
PLN mencatat, sepanjang tahun 2024, penjualan listrik sebesar 306,22 terawatt hour (TWh), meningkat 6,17 persen dibanding tahun sebelumnya dan melampaui target pemerintah yang sebesar 299,99 TWh.
Dari total pendapatan, sebesar Rp353,17 triliun berasal dari penjualan tenaga listrik, naik dari Rp333,19 triliun pada 2023. Kinerja tersebut menghasilkan laba bersih sebesar Rp17,76 triliun.
Capaian ini memperkuat kedudukan PLN sebagai perusahaan utilitas terbesar di Asia Tenggara dan semakin mengukuhkan posisinya dalam kancah bisnis global.
“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan masyarakat serta pemerintah, yang membuat PLN semakin tangguh dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional,” imbuh Darmawan.
Torehan itu sekaligus menjadikan PLN masuk ke daftar Fortune Global 500 tahun 2025, menempati peringkat ke-469 dunia, sebagai perusahaan utilitas terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan.
Sebelumnya, saat peluncuran Danantara, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan harapannya agar BUMN Indonesia semakin kompetitif, profesional, dan terintegrasi dalam ekonomi global.
“Kita ingin lihat BUMN Indonesia masuk dalam daftar Global Fortune 500. Membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar pengikut, tapi juga menjadi pelopor dalam ekonomi dunia,” kata Prabowo, Senin (24/2/2025).
Editor : M. Ainul Budi