Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Populasi Tinggi, Jember Butuh Terobosan Ramah Lansia

M Adhi Surya
Penulis: M Adhi Surya❯
DISKUSI : Aktivis Perempuan dan Pendiri Komunitas Belajar Tanoker Ledokombo, Farha Ciciek berbincang tentang pentingnya pembangunan yang ramah Lansia di Jember.(M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
DISKUSI : Aktivis Perempuan dan Pendiri Komunitas Belajar Tanoker Ledokombo, Farha Ciciek berbincang tentang pentingnya pembangunan yang ramah Lansia di Jember.(M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

Advertisement

 

KEPATIHAN, Radar Jember – Lonjakan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) kini menjadi realitas demografi yang tidak bisa dihindari di Kabupaten Jember. Data terbaru mencatat persentase populasi lansia di Bumi Pandalungan telah menembus angka 15,26 persen.

Struktur demografi ini menunjukkan pergeseran besar yang membutuhkan perhatian serius agar penuaan penduduk tidak sekadar dipandang sebagai beban daerah, melainkan potensi baru.

Advertisement

 Kondisi tersebut memantik perhatian dari aktivis perempuan sekaligus Pendiri Komunitas Belajar Tanoker Ledokombo, Farha Ciciek. 

Menurutnya, pergeseran pola hubungan keluarga inti dan himpitan situasi ekonomi harian kerap menempatkan para lansia pada posisi yang sangat rentan. Banyak warga senior yang kehilangan sandaran finansial dan keterbatasan akses jaminan sosial di hari tua mereka.

Advertisement

Fenomena di lapangan, tambahnya, memperlihatkan beban ganda yang cukup berat. Tidak sedikit lansia yang masih harus mengasuh cucu ketika anak-anak mereka bekerja. “Sementara akses terhadap kesejahteraan dan perlindungan sosial di lingkungan mereka masih sangat terbatas," ujarnya.

Melihat kenyataan tersebut, perempuan yang akrab disapa Ciciek ini menilai cara pandang atau pendekatan kelembagaan terhadap lansia harus segera diubah total.

Kebijakan yang bertumpu pada skema bantuan sosial karitatif atau pembagian sembako dinilai kurang adaptif untuk jangka panjang. 

"Pendekatan terhadap lansia perlu bergeser dari sekadar bantuan sosial menuju pemberdayaan," tegasnya.

Sebab, para lansia sebetulnya menyimpan potensi besar yang bisa diaktualisasikan kembali untuk mendukung pembangunan karakter masyarakat di akar rumput. Interaksi sosial di ruang publik akan membuat mereka tetap aktif.

Advertisement

Artikel Terkait

Bukan Kuliah Biasa! UIN KHAS Jember Bakal Terjunkan Mahasiswa KKN Khusus Urus Lansia, Ini Alasan di Baliknya!

Bukan Kuliah Biasa! UIN KHAS Jember Bakal Terjunkan Mahasiswa KKN Khusus Urus Lansia, Ini Alasan di Baliknya!

UIN KHAS Jember berencana mendirikan pusat studi lansia guna mengkaji, mendampingi, dan memberdayakan kelompok usia lanjut di tengah pergeseran demografi.

Wamen Komdigi Luncurkan Festival Tanoker ke-14, Puncak Acara Digelar 1 Agustus 2026

Wamen Komdigi Luncurkan Festival Tanoker ke-14, Puncak Acara Digelar 1 Agustus 2026

Mengusung tema “Ayo Mencintai Rupiah dan Permainan Tradisi Egrang”, festival ini juga bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk mengampanyekan kecintaan terhadap rupiah kepada pelajar dan masyarakat.

Wamen Komdigi Sebut Festival Egrang Jember Jadi Benteng Anak dari Gempuran Game Digital

Wamen Komdigi Sebut Festival Egrang Jember Jadi Benteng Anak dari Gempuran Game Digital

Festival Egrang (FE) ke-14 yang digelar di Pasar Lumpur, Dusun Krajan, Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Sabtu (9/5), mendapat perhatian langsung dari Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer