Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

59 Angkutan Umum di Lumajang Berhenti Dampak Persaingan Online

Radar Digital • Rabu, 11 Oktober 2023 | 23:20 WIB

SEPI: Kondisi MPU Lumajang yang saat ini mulai sepi. Banyak angkutan yang siap jalan, tapi penumpangnya tidak ada.
SEPI: Kondisi MPU Lumajang yang saat ini mulai sepi. Banyak angkutan yang siap jalan, tapi penumpangnya tidak ada.

Dampak persaingan di era digital begitu dirasakan oleh pelaku usaha angkutan umum. Ditambah lagi dengan maraknya warga yang lebih mengandalkan moda transportasi pribadi. Sama dengan daerah lain, di Lumajang sudah puluhan yang berhenti. Sabar ya, Pak!

SEJUMLAH angkutan umum di Lumajang mulai banyak yang berhenti beroperasi. Memang saat pandemi menjadi paling banyak. Tetapi, sebelum-sebelumnya, jangan dikira tidak ada. Setidaknya dua tahun sebelumnya sudah mulai dirasakan.

Ada penyusutan penumpang sejak tiga tahun terakhir. Bahkan untuk jenis angkutan desa saat itu hanya empat wilayah yang masih bertahan. Daerah lainnya sudah tidak ada angkot sama sekali.

Menurut Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Lumajang Bagong Suharno, sejak setahun terakhir, ada 15 angkutan kota yang masih beroperasi. Perinciannya, 10 angkutan di pagi hari dan 5 angkutan beroperasi di malam hari. Padahal total keseluruhannya ada 44 angkutan. Sedangkan untuk angkutan desa ada 67 armada, saat ini yang beroperasi hanya 30 armada.

Angkutan desa itu mulai dari Yosowilangun, Senduro, Pasirian, hingga Klakah. Yosowilangun dan Senduro menjadi penyumbang penumpang paling sedikit. Bahkan sebelumnya jangkauannya lebih banyak dari itu. Namun, penumpangnya menyusut.

“Untuk angkutan umum sejak beberapa tahun terakhir stagnan di angka itu. Memang karena saat ini moda angkutannya sudah berbeda,” ucapnya. Dia menambahkan jika salah satu faktornya adalah penyusutan jumlah penumpang.

Hampir semua penumpang lebih banyak menggunakan angkutan pribadi maupun ojek daring. Sebab, dinilai lebih efektif, praktis, dan cepat tanpa memakan waktu yang lebih lama. “Penurunan angkutan umum memang cukup signifikan. Bahkan terhitung penumpangnya hanya beberapa. Yaitu mereka yang sudah berlangganan. Dan dari situ angkutan masih bisa hidup,” pungkasnya. (dea/c2/fid)

 

 

 

Editor : Radar Digital
#angkutan umum