Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bawa Mandat Presiden, 3 Menteri Giliran Turun Gunung Benahi Infrastruktur Jember dalam 48 Jam

Maulana RJ • Minggu, 22 Februari 2026 | 22:08 WIB

Pendapa Wahyawibawagraha saat diramaikan oleh kedatangan sejumlah menteri secara maraton, Sabtu-Minggu (21-22/2/2026). Mulai dari Menteri PU, Mendikdasmen hingga Menhut. (Dok. Gus Fawait)
Pendapa Wahyawibawagraha saat diramaikan oleh kedatangan sejumlah menteri secara maraton, Sabtu-Minggu (21-22/2/2026). Mulai dari Menteri PU, Mendikdasmen hingga Menhut. (Dok. Gus Fawait)

PATRANG, Radar Jember - Kabupaten Jember mendadak jadi magnet bagi para petinggi negara. 

Dalam kurun waktu 48 jam di akhir pekan ini, Bumi Pandhalungan diserbu oleh tiga menteri sekaligus yang melakukan kunjungan kerja maraton, mulai Sabtu-Minggu (21-22/2/2026).

Lawatan para menteri ini untuk memastikan program strategis Presiden Prabowo Subianto menyentuh akar rumput.

Baca Juga: Daftar Megaproyek Strategis Menteri PU di Jember: Flyover, Pasar, Hingga 50 Bendung Prioritas

Meski berlangsung di hari libur, para menteri menegaskan kehadiran mereka adalah murni agenda kenegaraan untuk mengawal visi-misi pemerintah daerah agar selaras dengan mandat pusat.

Lawatan dimulai pada Sabtu siang (21/02/2026). Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, disambut hangat oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), di Pendapa Wahyawibawagraha. 

Keduanya membahas langkah konkret pengentasan kemiskinan melalui pemanfaatan hutan sosial. 

Baca Juga: Digelontor sekitar Rp800 Miliar, Ini Bocoran Rencana Pembangunan Flyover Mangli Jember dari Menteri PU

Strateginya jelas: menjadikan hutan bukan sekadar kawasan lindung, tetapi juga sebagai sumber kesejahteraan nyata bagi masyarakat sekitar.

Tak berselang lama, menjelang petang, giliran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, yang menginjakkan kaki di SMP Negeri 1 Balung. 

Kedatangannya membawa kabar gembira berupa peresmian 124 sekolah yang telah tuntas direvitalisasi.

"Alhamdulillah, di era Presiden Prabowo, Jember tahun 2025-2026 mendapatkan revitalisasi terbesar sepanjang sejarah di Indonesia," kata Gus Fawait dengan nada bangga.

Baca Juga: Gus Fawait Ungkap Rahasia Jember Dapat Jatah Revitalisasi Sekolah Terbesar se Indonesia

Prof. Mu’ti bahkan memberikan lampu hijau bagi Pemkab Jember untuk menambah target revitalisasi hingga 1.532 titik sekolah.

Secara nasional, kata Mu'ti, pemerintah menargetkan 71.000 satuan pendidikan rampung diperbaiki pada 2026 agar tuntas sebelum 2029.

"Mudah-mudahan kalau bisa ditambah 60.000, 2026 ini kami akan merevitalisasi 71.000 sekian satuan pendidikan. Harapan kami secara bertahap, mudah-mudahan sebelum tahun 2029 seluruh sekolah di Indonesia sudah dapat kita revitalisasi," kata Mu'ti, di hadapan jajaran Pemkab Jember.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Ngaku Harus Ngamen Demi Pembangunan Infrastruktur Jember Dibiayai APBN dan Provinsi

Setelah Menteri Raja Juli dan Menteri Abdul Mu'ti bertolak, pada Minggu (22/02/2026), giliran Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggono, hadir memantau urat nadi infrastruktur Jember. 

Mulai dari pengecekan jalan, bendungan, jembatan, hingga pasar tradisional. 

Salah satu agenda yang paling dinanti adalah rencana pembangunan Flyover Perempatan Mangli untuk mengurai kemacetan.

Baca Juga: Update Dampak Banjir Jember 2026: 7.445 KK Terdampak, Ratusan Mengungsi, 1 Meninggal Dunia

Menteri Dody menegaskan pembangunan ini merupakan kerja keroyokan antara Pusat, Pemprov, dan Pemkab. "Ada 16 jembatan dan 50 bendung yang kita tangani bersama-sama, keroyokan Pemkap, Pemprov, dan Pusat," kata Menteri Dody Hanggodo.

Sementara mengenai sokongan anggaran, ia membocorkan bahwa Megaproyek Flyover Mangli ini ditaksir menelan anggaran mencapai Rp700 hingga Rp800 miliar. 

"Mudah-mudahan di 2026 ini kita sudah bisa mulai kick-off untuk pembangunan empat jalur flyover dari Mangli ke Jember," kata Menteri Dody.

Baca Juga: Kunjungi Jember, BP Taskin Yakin Bisa Turunkan Kemiskinan hingga Satu Persen Per Tahun

Kehadiran para menteri ini tidak lepas dari agresivitas Gus Fawait dalam melakukan lobi-lobi di tingkat kementerian maupun Senayan. 

Istilah "ngamen" yang sering ia gunakan terbukti ampuh menarik program pusat masuk ke daerah.

Gus Fawait menegaskan bahwa Jember kini berada di jalur yang benar (on the track) untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur bagian timur.

"Kolaborasi pusat dan daerah ini diharapkan mampu membuka akses ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat Jember secara berkelanjutan," pungkas Politikus Partai Gerindra itu. (mau)

Editor : M. Ainul Budi
#Dody Hanggodo #kementerian pu #Jember #raja juli antoni #abdul mu'ti #Infrastruktur #Pendidikan #revitalisasi sekolah #Menteri PU #Presiden Prabowo #kemendikdasmen #Flyover Mangli #Megaproyek #kemenhut #Gus Fawait