Radar Jember - Sepekan pasca banjir menerjang Jember, trauma masih membekas di benak sebagian warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.
Meski air telah lama surut, rasa cemas belum sepenuhnya hilang, terutama bagi warga yang rumahnya sempat terendam banjir dengan ketinggian ekstrem.
Salah satunya dirasakan Iluk Prawati. Hingga kini, ia memilih belum kembali ke rumahnya dan masih mengungsi di rumah kosong milik warga lain yang lokasinya lebih tinggi.
Trauma menjadi alasan utama ia belum berani pulang, meski aktivitas di lingkungannya perlahan kembali normal.
“Alhamdulillah ada orang baik. Beberapa warga di sini ada yang mengungsi di rumah yang tidak ditempati di atas,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Iluk mengaku, pengalaman diterjang banjir dengan ketinggian air hampir dua meter masih terbayang jelas.
Menurutnya, selain khawatir banjir kembali datang, rasa takut juga muncul karena kondisi rumahnya rusak parah, pintu belakang rumah jebol saat banjir, sehingga ia cemas ada hewan berbisa yang bisa masuk sewaktu-waktu.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, sepekan pasca banjir, aktivitas warga mulai terlihat.
Sejumlah warga tampak membersihkan kasur, perabotan rumah tangga, pakaian, hingga barang elektronik yang sempat terendam air bercampur lumpur.
Meski demikian, tidak semua warga benar-benar merasa aman. Sebagian terpaksa kembali menempati rumah mereka karena keterbatasan tempat mengungsi, meski rasa waswas masih menyertai, terutama saat hujan turun di malam hari.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Saat proses bersih-bersih, beberapa warga mengaku sempat menemukan ular masuk ke dalam rumah.
Temuan tersebut kian memperkuat rasa trauma, terutama bagi warga lanjut usia dan anak-anak.
Kondisi ini membuat sebagian warga memilih bertahan di rumah kerabat atau rumah kosong yang dianggap lebih aman.
Mereka berharap ada jaminan keamanan lingkungan, terutama terkait potensi munculnya hewan liar pasca banjir. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh