Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tetap Mangkrak, Bisa Jadi Monumen

S
Penulis: Safitri❯
BAGAIMANA INI: Gedung rawat inap RSD dr Soebandi belum jelas progres kelanjutannya hingga kemarin.
BAGAIMANA INI: Gedung rawat inap RSD dr Soebandi belum jelas progres kelanjutannya hingga kemarin.
PATRANG, Radar Jember - Pembangunan gedung rawat inap di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi sampai saat ini masih tetap mangkrak. Bisa jadi, jika dibiarkan terus-terusan, bangunan itu akan menjadi sebuah monumen “kegagalan pembangunan”.

BACA JUGA : Siswa SMA Nuris Jember Tambah Prestasi, Cegah Pencemaran Limbah Tahu

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, bangunan gedung rawat inap itu belum terlihat mau diapakan. Selain itu, belum ada kejelasan apakah pembangunannya akan dilanjutkan atau dibiarkan begitu saja.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Lilik Lailiyah mengatakan, sejauh ini dinas sudah melakukan upaya agar bangunan gedung rawat inap itu dituntaskan. "Kami usulkan agar bangunan itu cepat terselesaikan," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember di ruangannya, kemarin.

Menurutnya, sudah ada beberapa yang sudah dalam proses pengerjaan. Seperti pemeriksaan gedung yang harus dilalui, karena saat gedung itu dibangun, dirinya belum menjabat. "Mungkin lebih jelasnya ke PPK dan PPTK yang ada di Soebandi," terangnya.

Masih menurut Lilik, pihaknya akan berkoordinasi dengan RSD dr Soebandi terkait pengusulan anggaran untuk bangunan itu. Menurutnya, RSD dr Soebandi sudah bisa mengusulkan. "Kalau diusulkan untuk dimasukkan ke anggaran, ya monggo. Tapi, RS sudah bisa mengusulkan sendiri," imbuhnya.

Lilik mengungkap, dari asas manfaat, bangunan tersebut harus diteruskan dan prosesnya mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. "Bangunan itu harus diselesaikan," ujarnya. Kepala Dinkes Jember itu pun mengaku terus berkoordinasi dengan RSD dr Soebandi.

Sementara, untuk dorongan dan target penyelesaiannya, pihaknya sudah mengupayakan. Namun, belum bisa memastikan. "Asas manfaat harus dilanjutkan, agar performa RS dalam pembangunan yang mulai cantik tidak membuat pemandangan RS terganggu. Jadi, memang harus dilanjutkan," tuturnya.

Terpisah, Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSD Soebandi Triwiranto menyampaikan, terkait progres pembangunan gedung rawat inap itu, dirinya tidak diam. Dia mengaku terus melakukan koordinasi dengan Dinkes. "Kami tidak diam, termasuk komunikasi terus dengan Dinkes," tegasnya. (mg6/c2/nur)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Menanti Nyali Gugus Tugas TPPO Jember: Menyelamatkan Korban di Tengah Keterbatasan Wilayah Dampingan

Menanti Nyali Gugus Tugas TPPO Jember: Menyelamatkan Korban di Tengah Keterbatasan Wilayah Dampingan

Dengan wilayah dampingan yang baru mencakup 13 dari total 226 desa di Jember, jangkauan dan kewenangannya sangat terbatas. Karena itu, sinergi lintas pihak menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Demonstrasi Tak Cukup, GP Ansor Jember Tantang Anak Muda Rebut Ruang Kekuasaan

Demonstrasi Tak Cukup, GP Ansor Jember Tantang Anak Muda Rebut Ruang Kekuasaan

Ketua Ansor Jember Izzul Ashlah menilai demokrasi tak cukup diperjuangkan lewat demonstrasi. Masyarakat sipil harus memperkuat konsolidasi agar mampu menentukan arah kekuasaan dan melawan dominasi oligarki.

Di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi, Ada Tekanan Kerja yang Dihadapi Barista Asal Jember Ini

Di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi, Ada Tekanan Kerja yang Dihadapi Barista Asal Jember Ini

Usaha café atau coffeshop kini mulai menjamur di Jember, terutama di daerah yang berdekatan dengan kawasan kampus. Terlihat banyak sekali gerai kopi yang buka di daerah sekitar kampus ataupun yang masih dekat dengan kawa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer