alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Siswa SMA Nuris Jember Tambah Prestasi, Cegah Pencemaran Limbah Tahu

Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap insan. Hal itu yang memotivasi Aylaa Nur Karimah untuk terus berkarya. Baginya, mengasah keilmuan menjadi penting, apalagi masih berada di Ponpes Nuris.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aylaa Nur Karimah, santri Pondok Pesantren Nurul Islam (Ponpes Nuris) Jember, siang kemarin tampak semringah. Perempuan yang menempuh pendidikan di SMA Nuris Jember itu baru-baru ini mampu menjadi juara nasional berkat ide-ide yang kreatif.

BACA JUGA : Cerita Penjual Pecel Pergi Haji Bikin Ganjar Haru

Perempuan ini menuangkan ide kreatifnya untuk mengatasi maraknya pencemaran lingkungan di tengah masyarakat. Menurutnya, hal itu dilakukan berangkat dari rasa prihatin terhadap kondisi lingkungan yang semakin hari terus tercemar. Idenya ditulis dalam bentuk karya tulis ilmiah berjudul “FIRASAT” Fitoremidiasi Limbah Cair Tahu Berbasis Kayu Apu dengan Konsep Filtrasi Bertingkat guna Menjaga Kualitas Air dalam Kehidupan Berkelanjutan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Aylaa yang sedang menempuh pendidikan SMA Nuris Jember kelas XI IPA 2 sangat peka melihat persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Hal itu yang memaksa dirinya untuk terus berpikir membangkitkan ide kreatifnya untuk masyarakat. Termasuk karya yang terbuat dari limbah cair tahu berbasis kayu apu dengan konsep filtrasi. Belum lama ini, karya tersebut telah mendapatkan juara 2 LKTI tingkat nasional pada momen lomba yang diselenggarakan oleh HMTL IST AKPRIND Jogjakarta.

“Hukum belajar kan wajib ya, jadi itu yang memotivasi saya untuk terus belajar. Tentunya ilmu yang saya sukai. Berikutnya adalah bagaimana membuat ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Alyaa dengan rasa bahagia. Menurutnya, rasa bangga pertama atas prestasinya tidak lain kepada Pesantren Nuris Jember dan pihak SMA Nuris Jember. Sebab, di dalamnya dia dibentuk menjadi pelajar yang berprestasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aylaa Nur Karimah, santri Pondok Pesantren Nurul Islam (Ponpes Nuris) Jember, siang kemarin tampak semringah. Perempuan yang menempuh pendidikan di SMA Nuris Jember itu baru-baru ini mampu menjadi juara nasional berkat ide-ide yang kreatif.

BACA JUGA : Cerita Penjual Pecel Pergi Haji Bikin Ganjar Haru

Perempuan ini menuangkan ide kreatifnya untuk mengatasi maraknya pencemaran lingkungan di tengah masyarakat. Menurutnya, hal itu dilakukan berangkat dari rasa prihatin terhadap kondisi lingkungan yang semakin hari terus tercemar. Idenya ditulis dalam bentuk karya tulis ilmiah berjudul “FIRASAT” Fitoremidiasi Limbah Cair Tahu Berbasis Kayu Apu dengan Konsep Filtrasi Bertingkat guna Menjaga Kualitas Air dalam Kehidupan Berkelanjutan.

Aylaa yang sedang menempuh pendidikan SMA Nuris Jember kelas XI IPA 2 sangat peka melihat persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Hal itu yang memaksa dirinya untuk terus berpikir membangkitkan ide kreatifnya untuk masyarakat. Termasuk karya yang terbuat dari limbah cair tahu berbasis kayu apu dengan konsep filtrasi. Belum lama ini, karya tersebut telah mendapatkan juara 2 LKTI tingkat nasional pada momen lomba yang diselenggarakan oleh HMTL IST AKPRIND Jogjakarta.

“Hukum belajar kan wajib ya, jadi itu yang memotivasi saya untuk terus belajar. Tentunya ilmu yang saya sukai. Berikutnya adalah bagaimana membuat ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Alyaa dengan rasa bahagia. Menurutnya, rasa bangga pertama atas prestasinya tidak lain kepada Pesantren Nuris Jember dan pihak SMA Nuris Jember. Sebab, di dalamnya dia dibentuk menjadi pelajar yang berprestasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aylaa Nur Karimah, santri Pondok Pesantren Nurul Islam (Ponpes Nuris) Jember, siang kemarin tampak semringah. Perempuan yang menempuh pendidikan di SMA Nuris Jember itu baru-baru ini mampu menjadi juara nasional berkat ide-ide yang kreatif.

BACA JUGA : Cerita Penjual Pecel Pergi Haji Bikin Ganjar Haru

Perempuan ini menuangkan ide kreatifnya untuk mengatasi maraknya pencemaran lingkungan di tengah masyarakat. Menurutnya, hal itu dilakukan berangkat dari rasa prihatin terhadap kondisi lingkungan yang semakin hari terus tercemar. Idenya ditulis dalam bentuk karya tulis ilmiah berjudul “FIRASAT” Fitoremidiasi Limbah Cair Tahu Berbasis Kayu Apu dengan Konsep Filtrasi Bertingkat guna Menjaga Kualitas Air dalam Kehidupan Berkelanjutan.

Aylaa yang sedang menempuh pendidikan SMA Nuris Jember kelas XI IPA 2 sangat peka melihat persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Hal itu yang memaksa dirinya untuk terus berpikir membangkitkan ide kreatifnya untuk masyarakat. Termasuk karya yang terbuat dari limbah cair tahu berbasis kayu apu dengan konsep filtrasi. Belum lama ini, karya tersebut telah mendapatkan juara 2 LKTI tingkat nasional pada momen lomba yang diselenggarakan oleh HMTL IST AKPRIND Jogjakarta.

“Hukum belajar kan wajib ya, jadi itu yang memotivasi saya untuk terus belajar. Tentunya ilmu yang saya sukai. Berikutnya adalah bagaimana membuat ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Alyaa dengan rasa bahagia. Menurutnya, rasa bangga pertama atas prestasinya tidak lain kepada Pesantren Nuris Jember dan pihak SMA Nuris Jember. Sebab, di dalamnya dia dibentuk menjadi pelajar yang berprestasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/