BACA JUGA : Tugas Komisi A Seperti Dikebiri, Proses Hibah ke BPN Dianggap Sepihak
Seperti yang dialami oleh Nita, pedagang durian di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa. Menjajakan durian di jalan menuju Wisata Rembangan, dirinya mengaku mengalami peningkatan penjualan tiga kali lipat. “Alhamdulillah, untuk minggu laris sampai 100 persen lebih dari hari biasanya,” ucapnya.
Nita memperjelas bahwa kenaikan omzet tersebut hanya terjadi pekan kemarin, saat liburan Imlek. Dari hari biasanya bisa laku 30 buah durian, meningkat menjadi 90 buah dengan berbagai durian.
Adanya cuti bersama Imlek memberikan dampak yang baik pada para penjual durian. Terlebih, lokasi lapak Nita berjualan di dekat Wisata Rembangan. “Puncak Rembangan ini kan wilayah wisata. Tentunya ada dampak tersendiri bagi kami yang berjualan di sini ketika ada cuti bersama,” paparnya. Apalagi, buah durian merupakan buah yang prospek untuk diperjualbelikan kepada wisatawan.
Nita menjual berbagai macam jenis buah durian, mulai dari yang termurah hingga termahal. “Harga termurah Rp 15 ribu sampai termahal Rp 35 ribu untuk durian lokal,” terangnya. Sementara, untuk durian kasur atau disebut mentega, harganya Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu per buah.
Dia mengaku, semua durian yang dijualnya adalah hasil dari kebunnya sendiri. Nita mengatakan, durian yang sangat laris adalah durian mentega. Sebab, rasanya lebih nikmat dan bijinya kecil. “Walaupun harga durian kasur beda jauh dengan durian montong, tapi soal rasa tidak kalah,” paparnya. (mg2/c2/dwi)
Editor : Safitri