Sembari membersihkan mobilnya, pria berusia 34 tahun itu menceritakan pengalaman selama terdampak pandemi. “Awal-awal dulu, tidak ada yang menyewa mobil saya. Takut terpapar Covid-19,” ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, dia berupaya untuk bangkit. Yakni dengan menggunakan berbagai hal untuk menarik pelanggan. Salah satunya dengan membeli peralatan kebersihan. Sejak awal, dia berupaya untuk membangun rasa aman dan nyaman untuk pelanggan. “Saya siapkan masker di mobil dan menyemprotkan cairan disinfektan setelah disewa orang,” jelasnya. Dia juga membuat gantungan kunci sebagai buah tangan untuk para pelanggan.
Kalau tidak pintar-pintar putar otak, bakal kewalahan untuk membayar cicilan. Ada tiga mobil miliknya yang semuanya masih kredit, dengan kisaran Rp 3-4 juta per bulan. Hal itu juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan istri dan kedua anaknya. “Dan, pandemi benar-benar berdampak terhadap seluruh pengusaha sewa mobil,” lanjutnya.
Pihaknya bersyukur, satu per satu pelanggan mulai kembali. “Bahkan, saya juga membuat peminjaman sistem paket untuk beberapa bulan, agar bisa meraup rupiah,” papar Rudy. Jadi, setidaknya pendapatan per bulan cukup untuk membayar cicilan. Sayang, setelah upayanya untuk bangkit mulai tertata, terbit larangan mudik.
Rudy menegaskan bahwa Lebaran sebelumnya tak ada mobil yang laku disewa untuk mudik karena adanya pembatasan. Seperti diketahui, Jember memang menerapkan larangan mudik meski belum ada pembatasan seketat dulu. “Tapi, di daerah lain ada pos-pos pembatasan,” ungkapnya. Jelas, itu menutup harapan para pengusaha penyewaan mobil untuk bergeliat.
Karena itu, sejumlah pengusaha persewaan mobil lebih memilih untuk menerapkan sistem peminjaman secara paket. Selain Rudi, Alex pun melakukan hal serupa. Dalam sehari, para pelanggan bisa menyewa mobil dengan membayar sekitar Rp 250 ribu. Namun, peminjaman per hari akan sangat langka lantaran adanya pembatasan. “Sedangkan paket dalam sebulan, sekitar Rp 3-4 juta,” pungkas warga di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, tersebut.
Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Radar Digital