Asrama putri di pondok tersebut terendam air dan lumpur. Sejumlah pakaian dan buku milik santri, juga ikut terendam, bahkan terbawa aliran air. Hal tersebut membuat pihak pondok memulangkan kurang lebih 75 santri. Karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.
BACA JUGA: Dibangun 2016 Lalu, Plengsengan Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo Ambrol
Pada tahun sebelumnya, tempat itu juga sempat diterjang banjir. Hingga menyebabkan tanggul jebol dan menyebabkan adanya korban jiwa. Namun, pada banjir kali ini tidak ada korban jiwa. Hanya saja, lumpur masih menutup sejumlah tempat.
Kalaksa BPBD Bondowoso Dadan Kurniawan mengatakan, banjir disebabkan karena intensitas hujan yang cukup deras. Sehingga saluran tidak mampu menampung air dan meluap serta memasuki permukiman warga dan ponpes.
"Kami tadi juga mencari titik-titik di mana tersumbatnya saluran drainase yang ada di dalam pondok. Tujuannya untuk menghilangkan sumbatan di saluran drainase," katanya.
Melihat cuaca yang tidak menentu, Dadan meminta kepada pihak ponpes agar para santrinya tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga kejadian yang sama tidak kembali terjadi. “Ada beberapa gorong-gorong yang mengarah ke dalam pondok,” imbuhnya.
BACA JUGA: Plengsengan Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo, Apakah Nihil Perbaikan?
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Nurul Falah Zainul Mukmin mengatakan, saat kejadian, santriwati tengah melaksanakan ngaji kitab bersama. Beruntung, sebelum air naik lebih tinggi, santriwati sudah dievakuasi.
Meski demikian, sejumlah baju santriwati ada yang terbawa arus banjir. Karena ketinggian di dalam asrama mencapai sekitar setengah meter. "Santri diliburkan sampai setelah hari raya. Santri putra juga sama. Karena yang putra juga kena," katanya.
Salah seorang warga, Kutsiah, yang rumahnya turut terendam banjir, menjelaskan, banjir kali ini merupakan yang terparah. Karena hingga masuk ke dalam rumah. Padahal, rumahnya sendiri sudah dibangun dengan posisi lebih tinggi dari halaman depan.
Namun, karena memang posisinya pas depan sungai, jadi air masuk hingga ke ruang dalam. "Air ini dari gunung. Tadi masuk ke dalam rumah. Kalau di jalan raya (depan rumahnya, Red) setinggi dada orang dewasa," tandasnya. (*)
Reporter: Ilham Wahyudi
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital